Program

Memaknai Sumpah Pemuda | YDSF

27 Oktober 2023•51 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi salah satu agenda tahunan bagi rakyat Indonesia. Agenda setiap tanggal 28 Oktober ini, menyimpan sejarah penting di dalamnya. Hari Sumpah Pemuda merupakan bentuk penghargaan yang diberikan kepada pemuda-pemudi Indonesia yang rela berjuang dan menyatukan visi demi kesatuan bangsa kita tercinta.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Meskipun kala itu mereka berasal dari wilayah, suku, ras, bahkan agama yang berbeda, namun mereka memiliki semangat patriotisme yang sama. Alhasil, Indonesia mampu menjadi bangsa merdeka, mandiri, dan berdiri kuat layaknya bangunan yang kokoh.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lantas, sebenarnya apa sih makna dari Sumpah Pemuda?</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><h2><b><span lang="IN">Sejarah Sumpah Pemuda<o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Latar belakang adanya Sumpah Pemuda disebabkan kondisi Indonesia yang kala itu masih dijajah oleh Belanda. Berbagai ancaman, kerja paksa, hingga serangan bersenjata sering dihadapi oleh masyarakat pribumi. Tak ingin berada pada kondisi yang terus-menerus dijajah, para pemuda terpelajar dari berbagai daerah, suku, ras, dan agama, akhirnya membentuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) pada 1926.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melalui organisasi tersebut, pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 digelar Kongres Pemuda I di Kawasan Lapangan Banteng, Batavia (Jakarta). Agenda ini dihadiri oleh kelompok pemuda skala nasional. Dalam pertemuan tersebut, membahas tentang strategi serta gagasan-gagasan mengenai upaya melepaskan diri dari tangan penjajah. Tak lupa dengan pertimbangan peran perempuan, agama, hingga bahasa persatuan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pertemuan dilanjut dalam Kongres Pemuda II pada 27 – 28 Oktober 1928. Kongres ini dihelatdi tiga lokasi. Pertama, tanggal 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Batavia. Dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito bersama para pemuda membahas tentang sejarah, pendidikan, hukum adat, bahasa, serta kemauan yang menjadi unsur persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kedua, pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop, dipimpin oleh Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro bersama para pemuda berdiskusi tentang pentingnya peran pendidikan untuk negeri. Selanjutnya di tanggal yang sama, di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, sipimpin Soenario membicarakan tentang demokrasi, sikap nasionalisme, serta konsep kebangsaan.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/konsep-patriotisme-dalam-islam-ydsf-IzAn.html">Konsep Patriotisme dalam Islam | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dari pertemuan tersebut, melahirkan sebuah keputusan yang dirumuskan oleh Muhammad Yamin. Keputusan inilah yang kemudian dikenal dengan istilah ikrar Sumpah Pemuda. Ikrar ini berisi tiga hal penting, yaitu:<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><i style=""><span lang="IN" style="">1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.<o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IN">2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.<o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal"><i style=""><span lang="IN" style="">3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.<b><o:p></o:p></b></span></i></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Terbitnya ikrar Sumpah Pemuda, mampu memengaruhi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mereka menyatukan diri juga visi dan misi, untuk berjuang melawan penjajah hingga meraih kemerdekaan Indonesia. Meski butuh 17 tahun lamanya untuk bangsa Indonesia mampu memerdekakan diri dari para penjajah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pemuda, pemerintah Indonesia melalui Keputusan presiden Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b style="font-size: 1.75rem;"><span lang="IN">Makna Sumpah Pemuda untuk Indonesia</span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sumpah Pemuda bukanlah sekedar ikrar yang hanya diucapkan oleh para pemuda Indonesia. Sebab, bila sekedar ucapan belaka, tidak mungkin mampu menggerakkan seluruh lapisan masyarakat berjuang merebut kemerdekaan bangsa. Tentu terdapat makna mendalam yang terkandung di dalamnya. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagaimana isinya, terdapat tiga makna yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Di antaranya:<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">1. Sumpah Pemuda sebagai pelopor akan cinta terhadap tanah air<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagaimana bunyi ikrar pertama Sumpah Pemuda, salah satu makna yang terkandung di dalamnya yakni merupakan pelopor akan kecintaan terhadap tanah air. Meskipun setiap rakyat Indonesia terdiri dari banyak suku, ras, agama, budaya, bahasa daerah, hingga adat yang berbeda-beda, namun tetap bisa bersatu atas dasar cinta terhadap tanah air. Kesamaan cinta inilah yang mampu menyatukan Indonesia hingga bisa merdeka.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/kemerdekaan-berorganisasi-di-indonesia-ydsf-DUrw.html">Kemerdekaan Berorganisasi di Indonesia | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">2. Sumpah Pemuda menjadi tonggak persatuan dan kesatuan bagi rakyat Indonesia<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sumpah Pemuda juga bermakna sebagai tonggak persatuan dan kesatuan bagi rakyat Indonesia. Sebagaimana bunyi ikrar kedua Sumpah Pemuda yang mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Pasalnya, sebelum ikrar ini dilantangkan, perjuangan untuk meraih kemerdekaan masih bersifat kedaerahan. Belum lagi terbentuk organisasi pemuda dari daerah-daerah, seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, dan yang lainnya.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melalui Sumpah Pemuda inilah, mereka sadar bahwa berjuang atas dasar kedaerahan tidaklah efektif. Oleh karenanya, ikrar ini menjadi pengikat persatuan seluruh rakyat Indonesia demi meraih kebebasan dari penjajah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">3. Sumpah Pemuda sebagai media kebanggaan atas Indonesia dan bahasanya<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak kalah penting, Sumpah Pemuda juga bermakna sebagai media kebanggaan atas bahasa Indonesia. Sebagaimana bunyi ikrar ketiga, bahwa bahasa persatuan bangsa yaitu bahasa Indonesia. Sebab, terdapat ribuan bahasa daerah yang ada di Indonesia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melalui Sumpah Pemuda ini, seluruh pemuda dengan latar belakang bahasa daerah yang berbeda-beda dapat berkumpul hingga berkomunikasi dengan baik antar sesama menggunakan bahasa Indonesia. Tanpa bahasa Indonesia, persatuan dan kesatuan mungkin akan sulit terjadi.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tahun ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 mengangkat tema “Bersama Majukan Indonesia.” Momen ini, tentu dapat dijadikan sebagai media bagi generasi penerus bangsa. Makna-makna yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, sudah seharusnya diterapkan untuk saat ini hingga nanti di masa depan. Perjuangan pemuda kali ini, bukan lagi tentang bersatu melawan para penjajah, namun bersatu serta membangun kolaborasi dari seluruh elemen bangsa untuk memajukan Indonesia. (<b>berbagai sumber</b>).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><b><span lang="IN">Donasi untuk Palestina:<o:p></o:p></span></b></h3><p><a href=" https://pedulibaik.id/donasi/program/detail/35/solidaritas-kemanusiaan-untuk-rakyat-palestina"><img src="../../../assets/media/2023/10/09/2272/1-button-pedulibaik-ydsf.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></b></h3><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/ulama-dan-kemerdekaan-by-dr-ardian-husaini-6ebO.html">Ulama dan Kemerdekaan | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/ernest-douwes-dekker-mualaf-indo-pejuang-negeri-indonesia-ydsf-f1OC.html">Ernest Douwes Dekker, Mualaf Indo, Pejuang Negeri Indonesia | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/sejarah-indonesia-perjuangan-kasman-singodimedjo-untuk-negeri-ydsf-1in7.html">Sejarah Indonesia, Perjuangan Kasman Singodimedjo untuk Negeri | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/hari-bahasa-ibu-internasional-pentingnya-lestarikan-bahasa-indonesia-ydsf-h7ag.html">Hari Bahasa Ibu Internasional, Pentingnya Lestarikan Bahasa Indonesia | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/pelajaran-istiqomah-dari-seorang-pahlawan-bangsa-qbrx.html">Pelajaran Istiqomah dari Seorang Pahlawan Bangsa | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/kisah-perjalanan-hidup-pahlawan-nasional-ar-baswedan-ydsf-GhMZ.html">Kisah Perjalanan Hidup Pahlawan Nasional, AR. Baswedan | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/pahlawan-dalam-islam-ydsf-4erF.html">Pahlawan dalam Islam | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/membangkitkan-sisi-pahlawan-dalam-diri-ydsf-uLSN.html">Membangkitkan Sisi Pahlawan dalam Diri | YDSF</a></span></pre>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat