Program

Media Sosial, Pintu Hisab Masa Kini | YDSF

6 Juli 202350 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tanpa kita sadari, media sosial juga menjadi salah satu pintu baru dihitungnya hisab amalan seseorang. Mengunggah konten, berkomentar, bahkan sekadar memberikan <i>like</i>, jika tidak kita taati syariat bukan hal yang sulit dapat terjerumus ke maksiat. Padahal, media sosial juga dikatakan sebagai “dunia kedua” tempat seseorang hidup. Sehingga, perlu adanya batasan-batasan yang dijaga, sebagaimana kita hidup di dunia nyata.&nbsp; <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Perkembangan zaman, tentu diikuti dengan adanya perkembangan teknologi yang kemudian berdampak pada pola kebiasaan masyarakat. Termasuk, aktifnya masyarakat saat ini dengan media sosial, yang dapat menjadi pedang bermata dua. Tergantung siapa yang menggunakannya. Bisa berdampak baik, bila ia teguh memegang norma-norma yang ada. Pun berujung maksiat bahkan maut bila hanya mengejar kenikmatan dunia semata. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semakin berkembangnya zaman, tentu kehati-hatian perlu ditingkatkan agar tetap bisa berada dalam ketaatan kepada-Nya. Ingat, segala amal perbuatan, bahkan meski itu dilakukan di media sosial atau melalui gawai kesayangan tetap akan dicatat dan mendapat ganjaran. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Zalzalah ayat 7-8, <i>"Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya</i></span><i><span lang="EN-US">.”<o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Tak hanya itu, penafsiran kata-kata, konten, dan segala sesuatu yang terpublikasikan di media sosial dapat memberikan sudut pandang yang berbeda untuk setiap orang. Ketika si pemilik konten bermaksud tidak menyindir siapa pun, bisa jadi justru ada yang merasa “terpanggil”. </span><span lang="IT">Rumit? Tidak juga. Semua Kembali lagi kepada kita, sebagai pengguna media sosial. Selama patuh dengan norma yang ada, tidak perlu dianggap menjadi beban. <o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IT">5 Tips Menggunakan Media Sosial Agar Ringan Hisab<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berhati-hati bukan berarti tidak bisa berekspresi. Tentu tetap bisa. Namun, harus mawas diri, agar segala tindakan yang dilakukan tidak berdampak negatif dan merugikan siapa pun. Kami merangkum lima tips menggunakan media sosial agar kelak kita sebagai Muslim dapat ringan hisab:<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">1. Gunakan kata-kata sopan<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam status maupun komentar hendaklah gunakan katakata yang santun. Karena, ungkapan kita tersebut akan</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">dibaca banyak orang.<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">2. Jangan login/masuk saat emosional<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jangan mengaktifkan media sosial ketika emosi. Acapkali</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">tulisan kita merupakan ungkapan emosi spontan. Bisa jadi kata-kata itu menyinggung seseorang atau sebuah institusi. Dengan ini kita bisa terkena pasal-pasal pidana terkait pencemaran nama baik atau fitnah.<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">3. Selektif dalam menggunggah foto<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ingat, jejaring sosial adalah tempat/fasilitas umum. Pilihlah</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">foto-foto yang sopan dan bersifat umum. Foto-foto yang</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">menjadi konsumsi pribadi sebaiknya tak perlu dipasang.</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">Tidak jarang terjadi malah munculnya masalah ‘baru’</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">karena terpasangnya foto yang membuka ‘luka’ lama.<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">4. Pergunakan untuk gerakan sosial atau menambah ilmu<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kekuatan media ini adalah berkumpulnya berbagai orang</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">dengan berbagai macam latar belakang. Sehingga kita akan mudah mencari teman yang hobi atau minat yang sama. Tak</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">jarang perkumpulan seperti ini menjadi sebuah gerakan</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">sosial yang masif dan efektif. Forum seperti ini juga bermanfaat untuk menambah ilmu.<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">5. Laporkan<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di <i>Facebook</i> misalnya, terdapat menu <i>report abuse</i> (laporan penyalahgunaan). Gunakan menu ini jika menemukan indikasi penyimpangan. Karena sesungguhnya tidak ada software yang paling canggih dalam menangkal konten negatif kecuali kita sendiri yang menyaringnya. Karenanya, proaktiflah dalam menangkal dan melaporkan. Kementerian Komunikasi dan Informasi juga punya saluran pengaduan dengan membuka layanan.kominfo.go.id dan meng-klik menu ADUAN BRTI.<o:p></o:p></span></p><pre><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/dampak-negatif-sosial-media-pada-anak-ydsf-QXNA.html">DAMPAK NEGATIF SOSIAL MEDIA PADA ANAK | YDSF</a></span></pre><h2><span lang="IN">Media Sosial Membentuk Karakter<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Hendaknya kecanggihan teknologi ini jangan dibuat berbasa-basi yang berujung tidak berguna. Coba eksplorasi berbagai fitur yang mereka miliki untuk mengoptimalkan dampak positif dari media sosial. Bukan hanya sekadar menambah teman, jejaring, dan relasi. Gunakanlah media sosial sebagai salah satu sarana yang menjadikan diri lebih produktif.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dengan berkarya, misalnya. Tidak harus langsung yang muluk-muluk, tetapi coba buat hal sederhana tetapi ‘mengena’. Berkualitas dan mampu memberikan sudut pandang lain (yang positif) bagi orang yang melihat atau membaca konten kita. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut Ahmad Sarwat, Lc, perkembangan internet seperti ini harus dimanfaatkan. Internet dengan kemampuan multimedianya dipilih sebagai media dalam berdakwah. Eramuslim.com, syariahonline.com, kampussyariah.com dan warnaislam.com adalah beberapa situs yang sempat ia kelola. Saat ini, ia aktif mengelola situs pribadinya, ustsarwat.com, dengan konten konsultasi agama. Melalui situs-situs tersebut tulisannya mengenai islam dibaca banyak orang di negeri ini. Karena sifat internet yang dapat menghubungkan orang tanpa menghiraukan ruang dan waktu, tulisannya juga dinikmati pengakses di mancanegara.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Nah, dari pola perilaku dan konten yang diterbitkan di media sosial, kita juga dapat menilai seseorang meski belum bertemu secara langsung. Memang, ‘<i>don’t judge the book by their cover’</i>. Namun, Budi Setiawan Muhammad, M. Psi., berpendapat bahwa status seseorang di media sosial bisa melukiskan kondisi psikologis seseorang. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">”Tweet dan status seseorang serupa dengan perkataannya. Setiap perkataan tentu melukiskan keadaan psikologis seseorang. Semisal, ketika marah, orang cenderung mengeluarkan kata-kata yang agresif,” jelas Ketua Divisi Riset &amp; Konsultasi Lembaga Pengkajian &amp; Pengembangan Psikologi Terapan (LP3T) Fakultas Psikologi Unair (2004-2005).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ada banyak hal positif yang bisa kita raih dari media sosial. Mari, optimalkan kecanggihan teknologi tersebut untuk memperbanyak jariyah pahala. <i>Insya Allah</i>, kelak menjadi tabungan terbaik di akhirat. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Disadur dari Majalah Al Falah Edisi September 2011 dan berbagai sumber. <o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Wakaf di YDSF<o:p></o:p></span></h2><h2>Raih Jariyah Wakaf</h2><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2022/01/27/1689/1-button-donasi-wakaf-falah.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h2><pre><a href="https://ydsf.org/berita/cara-menghitung-zakat-profesi-ydsf-baRG.html"><span lang="IN">CARA MENGHITUNG ZAKAT PENGHASILAN | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/batasan-air-untuk-wudhu-ydsf-81l4.html"><span lang="IN">Batasan Air untuk Wudhu | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/konsultasi-zakat-dari-tabungan-gaji-di-bank-ydsf-liUf.html"><span lang="IN">KONSULTASI ZAKAT DARI TABUNGAN GAJI DI BANK | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/menikah-tapi-tidak-cinta-suami-ydsf-A9ci.html"><span lang="IT">Menikah Tapi Tidak Cinta Suami | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/mengeluarkan-sedekah-dari-bunga-bank-ydsf-aC5n.html"><span lang="IT">MENGELUARKAN SEDEKAH DARI BUNGA BANK | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/tips-awal-memilih-pasangan-untuk-menumbuhkan-generasi-saleh-ydsf-VIMo.html">Tips Awal Memilih Pasangan Untuk Menumbuhkan Generasi <span lang="IN">Shalih</span> | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/apa-itu-wakaf-pengertian-dalil-dan-hukum-wakaf-ydsf-ghh7.html">APA ITU WAKAF? PENGERTIAN, DALIL, DAN HUKUM WAKAF | YDSF</a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><h2><span lang="IN">Riyadhus Shalihin Bab Taubat (BAGIAN 3) | Ustadz Isa Saleh Kuddeh<o:p></o:p></span></h2><p><iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/i4borBzttpI" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe><br></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat