Program

Kopi Luwak Halal-kah? | YDSF

2 Agustus 2023•58 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kopi luwak menjadi salah satu kopi favorit di kalangan pecinta kopi. Meski sudah cukup terkenal, ternyata masih banyak masyarakat awam yang mempertanyakan halal tidaknya kopi luwak. Menariknya, kisah terciptanya kopi ini justru tidak jauh dengan sejarah perkembangan kopi di Indonesia. &nbsp;<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kopi luwak merupakan biji kopi yang diperoleh dari buah kopi yang dimakan luwak (<i>Paradoxorus hermaproditus</i>) dan kemudian bijinya dikeluarkan bersama kotorannya. </span>Biji kopi yang masih utuh dan tercampur dengan kotoran ini dicuci lalu dikeringkan. Biji kopi inilah yang disebut biji kopi luwak yang kemudian disangrai dan diserbuk untuk menjadi bahan minuman kopi luwak.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Biji kopi ini diyakini memiliki sensasi rasa khas</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang berbeda dari kopi biasa. Setelah dimakan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dan melewati saluran pencernaan luwak dirasa</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ada perubahan cita rasa itu. Kemasyhuran kopi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">namun baru menjadi terkenal di kalangan peminat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kopi gourmet setelah publikasi tahun 1980-an. Biji</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kopi luwak termahal di dunia, mencapai USD100</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">per 450 gram.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Pada awalnya biji kopi luwak diambil oleh</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">petani dari kotoran luwak liar. Jika ditelusur lebih</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">jauh asal mula kopi luwak terkait erat dengan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Sekitar abad ke-18, Belanda membuka</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">perkebunan tanaman komersial di koloninya</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Sumatera. Salah satunya perkebunan kopi arabika</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dengan bibit yang didatangkan dari Yaman. Pada</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">era “Tanam Paksa” atau Cultuurstelsel (1830—</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">1870), Belanda melarang pekerja perkebunan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">pribadi. Kebetulan para pekerja perkebunan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menemukan ada sejenis musang yang gemar</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dan tidak tercerna.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Untuk mengobati keinginan merasakan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">nikmatnya minum kopi, biji kopi dalam kotoran</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IN">Inilah awal mula kopi luwak. Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium juga oleh warga Belanda pemilik perkebunan. Maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun menjadi mahal sejak zaman kolonial.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saat ini telah dilakukan budidaya melalui penangkaran luwak liar untuk dipelihara, diberi pakan buah kopi. Luwak bukan makan biji kopi, tapi lendir yang berasa manis yang menyelimuti biji kopi. Biji kopi dikeluarkan saat luwak buang hajat. Dari penelitian terbukti biji itu masih utuh dan masih bisa tumbuh.</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/tertulis-no-pork-bukan-jaminan-halal-ydsf-IQC1.html">TERTULIS NO PORK BUKAN JAMINAN HALAL | YDSF</a></span></b></pre><p class="MsoNormal">Wajar bagi umat Islam jika mempertanyakan kehalalannya karena umat Islam terikat dengan halal haram. Lebih-lebih kopi ini keluar dari anus binatang bersama kotorannya.<br></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Dari perspektif hukum Islam, penjelasan terkait dengan masalah ini sebenarnya telah disinggung oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. Imam al-Nawawî berkata dalam al-Majmu’:<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><i>Berkata sahabat-sahabat kami semoga Allah</i><i> merahmati mereka: “Jika ada hewan memakan biji</i><i> tumbuhan kemudian biji itu keluar dari perutnya</i><i> dalam keadaan baik, jika kekerasannya tetap</i><i> seperti semula, sekira jika ditanam dapat tumbuh</i><i> maka biji tersebut suci, akan tetapi harus disucikan</i><i> bagian luarnya karena tercampunya dengan najis.”</i> <span lang="IT">(Al-Majmŭ, Juz II hal 591)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Senada dengan itu, Syams al-Dîn al-Ramlî</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menuliskan:<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IT">Jika biji tersebut kembali dalam kondisi semula</span></i><i><span lang="IT"> </span></i><i><span lang="IT">sekiranya ditanam dapat tumbuh maka statusnya</span></i><i><span lang="IT"> </span></i><i><span lang="IT">adalah (benda) terkena najis, bukan (benda) najis.</span></i><span lang="IT"> </span><span lang="IN">(Nihâyah al-Muhtâj Juz I hal 240) <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berdasarkan penjelasan itu, pada dasarnya biji yang dikeluarkan oleh binatang melalui anusnya yang ternyata masih utuh dan terbukti juga masih bisa tumbuh, tidak dihukumi sebagai kotoran yang najis, tetapi dihukumi sebagai benda yang terkena najis sehingga apabila dibersihkan najisnya dengan cara dicuci dengan bersih hukumnya menjadi suci. Jika biji itu termasuk jenis biji yang bisa dimakan hukumnya halal dimakan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sehubungan dengan kopi luwak, MUI mengeluarkan fatwa No. 07 tahun 2010 yang isinya sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN">1.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kopi Luwak sebagaimana dimaksud adalah mutanajis (barang terkena najis), bukan najis.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN">2.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kopi Luwak sebagaimana dimaksud adalah halal setelah disucikan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN">3.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengonsumsi kopi luwak sebagaimana dimaksud hukumnya boleh.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN">4.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memproduksi dan memperjualbelikan kopi luwak hukumnya boleh.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Itulah fatwa MUI berkaitan dengan hukum kopi luwak. Dengan demikian kopi luwak setelah dibersihkan hukumnya suci dan halal. Para konsumen muslim tidak perlu khawatir lagi mengonsumsinya.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Sumber Majalah Al Falah Edisi Mei 2018<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Zakat Profesi di YDSF<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h2><pre><a href="https://ydsf.org/berita/cara-menghitung-zakat-profesi-ydsf-baRG.html"><span lang="IN">CARA MENGHITUNG ZAKAT PENGHASILAN | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/batasan-air-untuk-wudhu-ydsf-81l4.html"><span lang="IN">Batasan Air untuk Wudhu | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/konsultasi-zakat-dari-tabungan-gaji-di-bank-ydsf-liUf.html"><span lang="IN">KONSULTASI ZAKAT DARI TABUNGAN GAJI DI BANK | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/menikah-tapi-tidak-cinta-suami-ydsf-A9ci.html"><span lang="IT">Menikah Tapi Tidak Cinta Suami | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/mengeluarkan-sedekah-dari-bunga-bank-ydsf-aC5n.html"><span lang="IT">MENGELUARKAN SEDEKAH DARI BUNGA BANK | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/tips-awal-memilih-pasangan-untuk-menumbuhkan-generasi-saleh-ydsf-VIMo.html">Tips Awal Memilih Pasangan Untuk Menumbuhkan Generasi <span lang="IN">Shalih</span> | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/apa-itu-wakaf-pengertian-dalil-dan-hukum-wakaf-ydsf-ghh7.html">APA ITU WAKAF? PENGERTIAN, DALIL, DAN HUKUM WAKAF | YDSF</a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoNormal"><span class="MsoHyperlink"><span lang="IN">&nbsp;</span></span></p><h2><span lang="IN">Riyadhus Shalihin Bab Taubat (BAGIAN 3) | Ustadz Isa Saleh Kuddeh<o:p></o:p></span></h2><p><iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/i4borBzttpI" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe><br></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat