Program

Kontroversi Penyembelihan dengan Stunning | YDSF

15 Juli 2019•46 min baca•Admin
featured
<p><em>Stunning</em> atau pemingsanan hewan sebelum disembelih saat ini seolah-olah merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari di rumah potong ayam yang melakukan pemotongan dalam jumlah besar. Demikian pula di rumah potong hewan (RPH) sapi jenis-jenis tertentu yang besar dan liar seperti sapi Australia. Sapi seperti ini biasanya galak dan tidak mudah ditaklukkan, sehingga proses <em>stunning</em> biasanya dilakukan.</p> <h4><strong>Tujuan <em>Stunning</em></strong></h4> <p>Proses <em>stunning</em> memiliki beberapa tujuan antara lain:</p> <ol> <li>Memudahkan proses penyembelihan karena hewan yang disembelih dalam keadaan pingsan.</li> <li>Untuk jenis sapi tertentu yang liar, lebih menjamin keamanan bagi tenaga pemotongnya.</li> <li>Meningkatkan efisiensi, dengan&nbsp; proses penyembelihan yang didahului&nbsp; <em>stunning</em>, kapasitas&nbsp; dan&nbsp; produktivitas penyembelihan meningkat.</li> <li>Menjaga kualitas produk dalam kasus unggas, adanya pemingsanan lebih dulu dapat menghindari adanya gerakan hewan yang terlalu keras setelah penyembelihan yang seringkali menyebabkan sayap patah atau memar sehingga bisa menurunkan harga jual pada perusahaan <em>fried chicken</em>.</li> </ol> <p>Faktor lain yang juga menjadi alasan dilakukan <em>stunning</em> yang selalu didengungkan oleh&nbsp; orang-orang&nbsp; Barat&nbsp; adalah&nbsp; agar&nbsp; tidak menyakiti&nbsp; hewan&nbsp; dalam&nbsp; upaya <em>animal welfare</em> (kesejahteraan hewan). Apa benar demikian? Nampaknya, masih ada beberapa kontroversi.</p> <p>Beberapa&nbsp; kalangan&nbsp; justru&nbsp; mempertanyakan hal&nbsp; di&nbsp; atas.&nbsp; Bukankah&nbsp; <em>stunning</em> dengan penyetruman untuk unggas memungkinkan hewan mengalami kesakitan? Memang kesakitan ini tentu susah dibuktikan. Apa benar hewan yang disembelih dalam kondisi pingsan lebih&nbsp; baik?&nbsp; Atau&nbsp; tidak&nbsp; sebaliknya,&nbsp; justru&nbsp; karena dalam kondisi pingsan detak jantung menjadi lemah sehingga darah menjadi lebih lambat memancarnya setelah disembelih Proses <em>stunning</em> juga proses yang rawan.</p> <p>Karena <em>stunning</em> yang dilakukan tidak hatihati hewan akan mati sebelum dilakukan penyembelihan atau setidak-tidaknya diragukan apakah sudah mati atau belum.</p> <p>Apabila proses penyembelihan tetap dilangsungkan, daging sembelihan haram dikonsumsi atau bila ada keraguan apakah hewan sudah mati atau belum, maka hukumnya syubhat. Ini kontroversi kedua.</p> <p>Demikian pula <em>stunning</em> mekanik atau listrik, jika dilakukan secara tidak profesional hampir pasti dapat menyebabkan hewan kesakitan dan cedera permanen. Sehingga ini bertentangan dengan ketentuan Islam. Ini kontroversi yang lain.</p> <h4><strong>Ketentuan Penyembelihan Halal</strong></h4> <p>Sampai saat ini, secara umum&nbsp; <em>stunning</em> diterapkan di perusahaan-perusahaan unggas terutama dengan cara <em>electrical waterbath</em>. MUI memandang penyembelihan yang didahului dengan <em>stunning</em> produk dagingnya halal, tentu dengan beberapa kriteria. Fatwa MUI nomor 12 tahun 2009 tentang Standarisasi&nbsp; Sertifikasi Penyembelihan Halal memberikan ketentuan sebagai berikut:</p> <ol> <li>Penyembelihan semaksimal mungkin dilaksanakan secara manual, tanpa didahului dengan <em>stunning</em> dan semacamnya.</li> <li><em>Stunning</em> untuk mempermudah proses penyembelihan hewan hukumnya boleh, dengan syarat:</li> <li><em>Stunning</em> hanya menyebabkan hewan pingsan sementara, tidak menyebabkan kematian serta tidak menyebabkan cedera permanen;</li> <li>bertujuan mempermudah penyembelihan;</li> <li>pelaksanaannya sebagai bentuk ihsan, bukan untuk menyiksa hewan;</li> <li>peralatan stunningharus mampu menjamin terwujudnya syarat a, b, c, serta tidak digunakan antara hewan halal dan non halal (babi) sebagai langkah preventif.</li> <li>penetapan ketentuan <em>stunning</em>, pemilihan jenis, dan teknis pelaksanaannya harus di bawah pengawasan ahli yang menjamin terwujudnya syarat a, b, c, dan d.</li> </ol> <p>Lembaga&nbsp; Pengkajian&nbsp; Pangan&nbsp; Obat-obatan dan&nbsp; Kosmetika&nbsp; Majelis&nbsp; Ulama&nbsp; Indonesia (LPPOM&nbsp; MUI)&nbsp; menindaklanjuti&nbsp; fatwa&nbsp; tersebut mengeluarkan pedoman HAS 23103 yang memuat kriteria pemenuhan sistem jaminan halal di RPH. Dalam HAS 23103 selain memuat syarat-syarat di atas juga secara teknis RPH yang menerapkan cara stunningharus mengangkat supervisor halal yang tugasnya antara lain memastikan&nbsp; peralatan&nbsp; telah&nbsp; divalidasi&nbsp; setiap akan&nbsp; digunakan;&nbsp; memastikan&nbsp; alat&nbsp; tidak menyebabkan mati atau cedera; verifikasi secara berkala. Selain hal tersebut, dipersyaratkan pula adanya rekaman proses.</p> <p>Ada beberapa teknik <em>stunning</em> yang lazim digunakan: mekanik dan elektrik. Untuk unggas, metode <em>stunning</em> yang diterima berdasarkan HAS 23103 adalah metode <em>electrical waterbath</em> yaitu dengan mencelupkan leher ayam dalam posisi kaki tergantung ke dalam air yang sudah dialiri arus listrik.</p> <p>Dengan ketentuan, tegangan listrik 15-25 Volt,&nbsp; kuat&nbsp; arus 0,1-0,3 Ampere, selama 5-10 detik.&nbsp; Titik&nbsp; kritis&nbsp; metode <em>electrical waterbath</em> adalah pada voltase dan kuat arus yang&nbsp; digunakan &nbsp;serta&nbsp; kondisi&nbsp; unggas&nbsp; ketikadipingsankan.&nbsp; Jika&nbsp; kondisi&nbsp; unggas&nbsp; tidak&nbsp; sehat atau&nbsp; belum&nbsp; diistirahatkan&nbsp; setelah&nbsp; perjalanan, hewan dalam kondisi lemah sehingga mudah mati. Maka inilah yang harus terkontrol.</p> <p>Untuk&nbsp; hewan&nbsp; besar&nbsp; seperti&nbsp; sapi,&nbsp; biasanya menggunakan metode mekanik. Ada dua metode mekanik yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan HAS 23103 yaitu <em>pneumatic percussive stunning</em> (teknik pemingsanan menggunakan tekanan udara) dan&nbsp; <em>nonpenetrating&nbsp; captive bolt stunning</em> (tembakan menggunakan peluru tumpul).</p> <p>Sedangkan metode&nbsp; <em>penetrative stunning</em> tidak&nbsp; diperbolehkan&nbsp; karena&nbsp; dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan otak yang sifatnya berat sehingga menimbulkan cedera dan&nbsp; <em>ireversible</em>&nbsp; (hewan&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; kembali keadaannya seperti semula).</p> <p>Sekalipun diperbolehkan, metode <em>pneumatic percussive stunning</em> dan <em>nonpenetrating captive bolt stunning</em> tetap beresiko sehingga harus dilakukan oleh orang yang profesional dan terkontrol.</p> <p>Hal&nbsp; yang&nbsp; juga&nbsp; perlu&nbsp; diperhatikan&nbsp; dalam pemingsanan&nbsp; hewan&nbsp; besar&nbsp; seperti&nbsp; sapi,&nbsp; jika gagal&nbsp; pemingsanan&nbsp; dan&nbsp; hewan&nbsp; mati&nbsp; sebelum disembelih,&nbsp; kerugiannya&nbsp; tentu&nbsp; tidak&nbsp; sedikit. Inilah barangkali yang perlu menjadi catatan juga.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Oleh: Ainul Yaqin, S.Si. M.Si. Apt.<br /></em></strong><strong><em>(Sekretaris Umum MUI Prov. Jatim dan konsultan pada LPPOM MUI Jatim)</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Baca Juga:</strong></p> <p><a title="5 Hajat Asasi Manusia Menurut Islam | YDSF" href="../../../berita/5-hajat-asasi-manusia-menurut-islam-ydsf-1Cep.html">5 Hajat Asasi Manusia Menurut Islam | YDSF</a>&nbsp;</p> <p><a title="Tingkatkan Semangat dan Nilai Berqurban | YDSF" href="../../../berita/tingkatkan-semangat-dan-nilai-berqurban-ydsf-V6AH.html">Tingkatkan Semangat dan Nilai Berqurban | YDSF</a></p> <p><a title="Hikmah Pendidikan Dibalik Keyatiman Rasulullah | YDSF" href="../../../berita/hikmah-pendidikan-di-balik-keyatiman-rasulullah-ydsf-mTrC.html"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'; color: #333333;">Hikmah Pendidikan Dibalik Keyatiman Rasulullah&nbsp;<span style="text-transform: uppercase;">| YDSF</span></span></a></p> <p><a title="Keutamaan Menyantuni Anak Yatim | YDSF" href="../../../berita/keutamaan-menyantuni-anak-yatim-ydsf-UenX.html">Keutamaan Menyantuni Anak Yatim | YDSF</a></p> <p><a title="Makna Qurban dalam Islam | YDSF" href="../../../berita/makna-qurban-dalam-islam-ydsf-0isA.html">Makna Qurban dalam Islam | YDSF</a></p> <p><a title="Bahagia dengan Gemar Berbagi | YDSF" href="../../../berita/bahagia-dengan-gemar-berbagi-ydsf-ifg5.html">Bahagia dengan Gemar Berbagi | YDSF</a></p> <p><a title="Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur | YDSF" href="../../../berita/menjadi-hamba-yang-pandai-bersyukur-ydsf-RgvA.html">Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur | YDSF</a></p> <p><a title="Menyambung Silahturahmi yang Terputus | YDSF" href="../../../berita/menyambung-silahturahmi-yang-terputus-ydsf-zDtA.html">Menyambung Silahturahmi yang Terputus | YDSF</a></p> <p><a title="Hakikat dan Keutamaan Silaturahim" href="../../../berita/hakikat-dan-keutamaan-silaturahim-wYCt.html">Hakikat dan Keutamaan Silaturahim</a></p> <p><a title="Membangun Kebersamaan dengan Silaturrahim | YDSF" href="../../../berita/eeee-ypGF.html">Membangun Kebersamaan dengan Silaturrahim | YDSF</a></p> <p><a title="Amalan Ringan Berpahala Besar | YDSF" href="../../../berita/amalan-ringan-berpahala-besar-yPAU.html">Amalan Ringan Berpahala Besar | YDSF</a></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat