UPDATE NEWS

...

Tuesday, 4 April 2017 12:00

Kontribusi Tim UAC YDSF di Bencana Longsor Ponorogo

27 ORANG BELUM DITEMUKAN DAN 21 RUMAH TERTIMBUN LONGSOR DI PONOROGO
Sebanyak 27 orang belum ditemukan, Sabtu (1/4/2017) sore, pasca-longsor yang terjadi di Dukuh Tangkil dan Dukuh Kajaran, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menduga korban hilang karena tertimbun material longsor. "Hingga sore ini, ada 27 orang yang hilang yang terdata. Semua data yang mengeluarkan dari BPBD. Jadi hingga kini 27 orang yang hilang," kata Kepala BPBD Ponorogo, Sumani, saat ditemui di lokasi, Sabtu.

     

Dia menuturkan, evakuasi korban longsor akan dilakukan pada Minggu (2/4/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.

Evakuasi untuk mencari korban hilang akan menggunakan lima alat berat. Lima alat berat itu dua dari Pemkab Ponorogo, dan tiga sisanya dari Pemkab Trenggalek, Pemkab Pacitan, dan Pemkab Madiun.

"Evakuasi baru dimulai besok (Minggu). Sebab, saat ini kondisi dan waktu sudah tidak memungkinkan," katanya.

Dia menambahkan, jumlah personel yang akan dikerahkan untuk evakuasi sebanyak 450 orang, terdiri dari BPBD, Tagana, Rapi, Polri, dan TNI.

Selain itu, BPBD Ponorogo juga mencatat, 21 rumah tertimbun material longsor.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan, berdasarkan klarifikasi dengan kepala desa setempat, warga yang hilang mencapai 28 orang dan sebanyak 23 rumah tertimbun.

 

Tim YDSF membagikan sejumlah makanan dan minuman siap saji kepada warga.

Mobil dinas YDSF dan bantuan dari YDSF sudah tiba di lokasi pada Ahad pagi (2/4/2017)

 


Sumber: kompas.com

Share: