UPDATE NEWS

...

Friday, 2 August 2019 10:00

Kisah Kaum Terdahulu yang Dibinasakan Allah | YDSF

Sudah menjadi tugas kita, sebagai orang beriman adalah tetap dalam ketaatan serta amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat. Begitulah sunnatullah berlaku. Mari kita amati umat terdahulu yang dibinasakan Allah akibat ulah mereka.

Apa saja yang mereka perbuat? Simak kisah mereka berikut ini.

Kaum Madyan Berlaku Curang

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Allah menceritakan, “Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barangbarang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-oranyang beriman” (QS. Al A’raf 85).

Kecurangan ini tidak hanya sebatas pada timbangan, namun praktik curang bisa terjadi dalam keuangan negara (korupsi), sogok-menyogok antar aparatur negara maupun di bisnis serta politik, dan praktik kongkalikong lainnya.

Kaum Madyan enggan menerima nasihat Nabi Syuaib as, bahkan mengolok-oloknya. Maka Allah menghancurkan mereka. “Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), ‘Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi.’ Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu’aib, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf 90-92).

Kaum Aad Menyombongkan Diri

Nabi Hud mengingatkan kaum Aad. “Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati? Dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal? Dan apabila kamu menyiksa maka kamu lakukan secara kejam dan bengis. Maka bertakwalah kepada Alah dan taatlah kepadaku.” (QS. Asy Syu’ara 128-135).          

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

Mereka enggan mengikuti nasihat Nabi Hud. Allah Swt berfirman, “Sedangkan kaum ‘Aad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terusmenerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?” (QS. al-Haqqah 6-8).

Kaum Tsamud Membunuh Unta Mukjizat

Al Qur’an menggambarkan, “Dan, kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah” (QS al-Fajr 9). Nabi Shaleh berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Oleh karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya…” (QS. Hud 61).

Namun, Kaum Tsamud mengolok-olok Nabi Shaleh as. Puncaknya, mereka membunuh unta bukti mukjizat. Unta itu muncul dari celah batu sebagai bukti kekuasaan Allah. Al Quran merekam, “Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata, ‘Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).’ Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS. Al A’raf 77-78).

Kaum Sodom Berperilaku Seks Menyimpang

Tak hanya sampai di situ saja. Masih ada pula kaum lain yang berperilaku sangat jauh dari apa yang diajarkan oleh Allah Swt. Yakni, Kaum Sodom. Berbeda dari kaum yang lain, mereka justru berperilaku lebih di luar nalar, seks yangmenyimpang. Allah berfirman, “Dan ingatlah Luth ketika berkata pada kaumnya, ‘Apakah kalian melakukan al fahisyah yang belum pernah dilakukan seorang pun di alam ini. Sungguh kalian mendatangi laki-laki, bukan wanita dengan penuh syahwat. Sungguh kalian kaum yang melampaui batas”(QS. Al-A’raf 81).

Maka Allah menimpakan hukuman akibat mengabaikan peringatan Nabi Luth as dan terus melakukan perbuatan keji itu. “Sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka (kesesatan). Maka mereka dibinasakan oleh suara keras ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari sijjil.”(QS. Al-Hijr 72-74).

Kaum Saba yang Diadzab Banjir

Kisah kaum Nabi Nuh as yang dilanda banjir bandang, sudah sangat sering kita dengar. Namun, tahukah kita, bahwa juga ada kaum lain yang Allah beri peringatan berupa banjir?

Mereka adalah Kaum Saba, mereka ada rakya dari Ratu Bilqis, kaum yang pernah menerima dakwah Nabi Sulaiman as. Sebelum Ratu Bilqis mengikuti ajaran Allah Swt, Kaum Saba merupakan orang-orang penyembah matahari dan bintang-bintang. Hingga dakwah Nabi Sulaiman as terdengar melalui ratu mereka, dan akhirnya Kaum Saba kala itu juga mengikutinya.

Namun, semua itu kemudian berubah. Mereka berpaling dan kembali ke ajaran nenek moyang mereka. Kaum Saba yang durhaka itu pun juga dilanda banjir. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri. Kepada mereka dikatakan, ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang dianugerahkan Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik, dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.’ Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar, dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr” (QS. Saba’ 15-16).

Ungkapan dua buah kebun menunjukkan kebun anggur. Berkat bendungan dan sistem pengairannya, daerah ini menjadi terkenal berpengairan terbaik dan paling menghasilkan di Yaman pada masa itu. (dari berbagai sumber).

Naskah: Oki A
Editor: Ayu SM

Share: