UPDATE NEWS

...

Saturday, 25 January 2020 10:00

KH Hasyim Asy’ari, Dermawan pada Para Santri | YDSF

Kita lanjutkan kisah kesederhanaan salah satu ulama besar Indonesia, pendiri ormas Nahdatul Ulama (NU), Ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia, Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, ulama dan negarawan terbesar dalam sejarah Indonesia: KH Hasyim Asy’ari. KH Hasyim Asy’ari sangat menekankan kemandirian. Bahkan, ia mencangkul tanah yang ia beli patungan bersama muridnya, bertani, bahkan ke pasar untuk menjual sendiri hasil panennya.

Beliau juga kerap kali menceritakan kisah-kisah tentang kemandirian dan kesederhanaan. Salah satunya, mengisahkan perjuangan kesederhanaan sekaligus keuletan para ulama untuk tetap mandiri.

Karenanya, Kiai Hasyim selalu turut serta bekerja, dan dari hasil kerjanya, ia memenuhi kebutuhan hidup dirinya sekaligus santri-santrinya. Karenanya, ia sangat dikenal sebagai Kiai dermawan. Abdul Hadi dalam KH Hasyim Asy’ari: Sehimpun Cerita, Cinta, dan Karya Maha Guru Ulama Nusantara (2018) mengisahkan tentang kedermawanan sang Kiai sudah tampak dari ketika beliau masih kecil.

Dikisahkan, kalau ayah Kiai Hasyim, KH. Asy’ari membelikan Hasyim Asy’ari kecil sebuah baju baru untuk digunakan ketika Idul Fitri. Namun, ketika tiba Idul Fitri, putranya bersama teman-temannya datang untuk sungkem kepadanya, anehnya, baju yang ia belikan malah dipakai temannya, anak orang kampung keluarga kurang mampu. Ternyata ia memberikan baju atau sarung kepada teman-teman sepermainannya.

Atas peristiwa itu, KH. Asy’ari tidak jadi menegur dan bertanya kepada putranya. KH. Asy’ari pun merasa senang dan bersyukur putranya memiliki perhatian kepada orang lain. Kebiasaan lain lain KH. Hasyim Asy’ari waktu kecil ialah mengumpulkan teman-temannya dan mengajak mereka ke pelataran pesantren bapaknya. Setelah lapar, ia membawa teman-temannya ke rumah, dan makan bersama-sama di dapur.

Rupanya, kebiasaan itu sudah diketahui dan dimaklumi ibunya, Nyai Halimah. Karena itu, untuk menyiasati kebiasaan putranya itu, Nyai Halimah sengaja menyimpan beberapa lauk untuk persediaan, agar tidak habis dimakan bersama teman-temannya. Hal itu dilakukan untuk jaga-jaga bila ada tamu penting yang datang dan menginap. (Abdul Hadi: 2018).

Selain dermawan, Kiai Hasyim juga setelah dewasa dan bahkan menjadi Kiai terkenal dan tokoh nasional, tetap ikut kegiatan warga. Pada awal- awal mendirikan Pesantren Tebuireng, ia tidak melupakan kewajibannya sebagai warga desa. Salah satu kegiatannya ikut ronda menjaga keamanan lingkungan.

Selain menjaga keamanan lingkungan desa, tugas itu dijalani juga sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan pesantren. Meskipun waktu itu jumlah santri yang menetap di pondok pesantrennya masih sedikit, tetapi sebagai bentuk tanggung jawabnya, tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para santrinya.

Hasyim Asy’ari juga kerap mengajak beberapa santrinya ke ladang untuk bertani dan mengajari mereka agar bisa hidup mandiri. Dan, hasil dari pertanían itu diharapkan dapat membantu para santri memenuhi kebutuhan belajar mereka selama di pesantren. (Iguk Irawan, Penakluk Badai : Global Media Utama, 2012).

Sebagai ulama besar, tentu Kiai Hasyim Asy’ari mengajarkan beberapa kitab karya para ulama yang jumlahnya berjilid-jilid, dan pasti harganya tidak murah. Kenyataan itu menjadi kendala tersendiri bagi para santri yang berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

Oleh karena itu, agar para santrinya memiliki kitab-kitab yang akan mereka pelajari selama nyantri, KH. Hasyim Asy’ari memberi bantuan mengangsur pembelian kitab. Banyak santri yang berminat membeli kitab langsung mengutarakan keinginannya kepada KH. Hasyim Asy’ari.

Sang Kiai pun kemudian memberikan pinjaman kepada para santrinya agar mereka bisa melunasi kitab mereka. Cara ini tergolong efektif karena para santri bisa langsung mengikuti pelajaran dengan kitab yang mereka miliki. (Abdul Hadi: 2018)

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Desember 2019

 

Baca juga:

KISAH BERTEMUNYA SAHABAT DENGAN SANG PENGEMIS

Zakat Profesi atau Penghasilan | YDSF

Kisah Sukses Mahasiswa Penerima Beasiswa PenaBangsa YDSF

Ummu Yulyani dan Hamas Syahid, Ibu dan Anak Inspiratif Ummat | YDSF

Kisah Qurban di Kawasan Minoritas Muslim | YDSF

Zakat Perdagangan | YDSF

Share: