Program

Keutamaan Surah Al-Ikhlas | YDSF

7 Maret 202351 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Surah Al-Ikhlas merupakan salah satu surat Makiyyah yang termasuk surat Mufashal (surah pendek). Surat ke-112 dalam Al-Qur’an ini, terdiri dari 4 ayat dan diturunkan setelah surat An-Naas. Dalam surah ini, terdapat banyak keutamaan yang dapat diraih setiap muslim.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menurut Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, beliau mengatakan bahwa surat Al-Ikhlas artinya ‘membersihkannya/memurnikannya’. Terdapat dua hal yang dibahas dalam surat Al-Ikhlas, yaitu berbicara tentang ikhlas dan murni membicarakan Allah Swt. sang Maha Esa (Satu). Oleh karenanya, barangsiapa mengimani surat ini, maka dia termasuk orang yang ikhlas kepada Allah Swt.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Adapun asbabun nuzul atau penyebab turunnya surat Al-Ikhlas yakni banyak orang musyrik pada zaman nabi yang mempertanyakan Allah Swt. Mereka meragukan Rasulullah saw. dengan bertanya, ‘Sebutkan nasab atau sifat Rabbmu pada kami!’. Lantas Allah Swt. menurunkan firman kepada Nabi Muhammad saw., ‘Katakanlah yang menanyakan tadi,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right"><span lang="IN" style="font-size:14.0pt;line-height:107%;mso-ansi-language:IN">قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ . اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ . وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">"Katakanlah: <i>Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya</i>." (QS. Al-Ikhlas : 1-4).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada ayat pertama kata </span><span lang="IN" style="font-size:14.0pt;line-height:107%;mso-ansi-language: IN">قُلْ </span><span lang="IN">(katakanlah) merupakan sebuah perintah yang ditujukan kepada Rasulullah saw. dan umatnya untuk beriman bahwa Allah Swt. ialah Maha Esa (Al Wahid), tak ada yang menyerupai-Nya, sebanding dengan-Nya, dan tak ada sekutu bagi-Nya (Syaikh Al Utsaimin dalam Tafsir Juz ‘Amma 292).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ayat kedua, Ibnul Jauziy mengatakan bahwa ada empat makna dalam </span><span lang="IN" style="font-size:14.0pt;line-height:107%;mso-ansi-language:IN">الصَّمَدُۚ</span><span lang="IN"> (Ash-Shomad), yaitu: tempat makhluk menyandarkan segala hajat kepada-Nya, Allah tidak memiliki rongga (perut), Allah Maha kekal, dan Allah tetap kekal meski ciptaan-Nya binasa (Kitab Tafsir <i>Zaadul Masiir</i>).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ayat ketiga, Ibnul Jauziy juga mengatakan bahwa maksud kalimat </span><span lang="IN" style="font-size:14.0pt;line-height:107%;mso-ansi-language:IN">لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ</span><span lang="IN"> ialah tidak disekutui. Sebab, banyak orang musyrik Arab yang menganggap bahwa Malaikat ialah anak perempuan Allah. Kaum Yahudi meyakini  ‘Uzair adalah anak Allah. Serta umat Nashrani yang mengatakan Al Masih (Isa) ialah anak Allah. Maka, dijawablah dalam ayat ketiga surah Al Ikhlas, bahwa Allah meniadakan hal itu semua (Kitab Tafsir <i>Zaidul Maasir</i>).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Terakhir, ayat keempat, Syaikh Aburrahman bin Nashir As-Sa’di mengatakan makna ayat tersebut yaitu tidak ada seorang pun yang setara dengan Allah Swt., baik dalam nama, sifat, serta perbuatan.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><a href="https://ydsf.org/berita/al-quran-sebagai-petunjuk-hidup-yang-benar-ydsf-084e.html"><span lang="IN">Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Hidup yang Benar | YDSF</span></a></pre><h2><b><span lang="IN">Keutamaan Surah Al-Ikhlas<o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Allah Swt. memiliki rahmat yang sangat luas untuk setiap hamba-Nya, meski tak jarang hamba-hambaNya yang berbuat dosa.  Bentuk rahmat dari Allah banyak macamnya, salah satunya memberikan keutamaan amalan tertentu khusus untuk umat muslim. Seperti keutamaan membaca surah Al-Ikhlas, dimana pahala yang didapatkan pembacanya sebanding dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur’an.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Hal ini disebutkan dalam hadits shahih,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right"><span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:107%;mso-ansi-language:IN">عَنْ أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلاً سَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) يُرَدِّدُهَا ، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ »<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dari Abu Sa’id (Al Khudri) bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”<i>Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.</i>” (HR. Bukhari).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Al Marizi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Al-Qur’an secara keseluruhan terbagi menjadi tiga bagian yaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah. Sedangkan, dalam surah Al-Ikhlas berisi pembahasan tentang sifat-sifat Allah. Oleh karena itulah, surat ini disebut sepertiga dari Al-Qur’an.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Meski demikian, fadilah sepertiga bagian dari Al-Qur’an tidak akan bisa menggantikan sepertiga Al-Qur’an yang asli. Sebab, seseorang tidak akan paham akan sifat-sifat Allah secara keseluruhan hanya dengan membaca surah Al-Ikhlas. Bahkan, memahami tafsirnya pun tidak akan cukup.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><a href="https://ydsf.org/berita/tadabbur-al-quran-tanpa-batas-pandang-ydsf-6w1y.html"><span lang="IN">Tadabbur Al-Qur’an Tanpa Batas Pandang | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa, “<i>Apabila ada seseorang yang membaca Al-Ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan membaca sepertiga Al-Qur’an, namun jenis pahalanya berbeda dengan jenis pahala yang akan didapatkannya jika membaca surat-surat yang lainnya. Bahkan, bisa jadi ia akan butuh dengan jenis pahala yang dihasilkan oleh ayat-ayat perintah, ayat-ayat larangan, ataupun ayat-ayat yang menceritakan kisah-kisah. Kesimpulannya, surah Al-Ikhlas tidak akan bisa menghalangi ayat-ayat lain dari Al-Qur’an dan tidak pula menggantikan posisinya.</i>” (<i>Majmu’ Fatawa </i>Bab 17 halaman 131-139).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa keutamaan surah Al-Ikhlas ialah mendapat kecintaan dari Allah Swt. Hal ini disebutkan dalam kisah salah satu imam shalat pada zaman Rasulullah saw., ia selalu mengakhiri bacaan dengan surah Al Ikhlas. Sesaat mereka pulang, sampailah perihal tersebut kepada Rasulullah saw. Maka, beliau bersabda,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">“<i>Tanyakanlah kepadanya kenapa ia melakukan hal itu</i>?” Lalu mereka pun menanyakan kepadanya. Ia menjawab, “<i>Karena didalamnya terdapat sifat Ar Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya.</i>” Mendengar itu Rasulullah saw. berkata, “<i>Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta’ala juga mencintainya.</i>” (HR. Bukhari dan Muslim). <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IN">Featured Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/islamic-new-year-concept-with-copy-space_9259675.htm#query=al%20quran&position=16&from_view=search&track=robertav1_2_sidr">Freepik</a><o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IN"> </span></i></p><h3><b><span lang="IN">Sedekah dari Rumah:<o:p></o:p></span></b></h3><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></b></h3><pre><a href="https://ydsf.org/berita/kisah-keluarga-teladan-dalam-al-quran-0Roc.html"><span lang="IN">Kisah Keluarga Teladan dalam Al Quran | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/mencetak-ahli-tafsir-alquran-dari-anak-cerdas-nan-beradab-DO0S.html"><span lang="IN">Mencetak Ahli Tafsir Alquran dari Anak Cerdas nan Beradab | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/mengeraskan-bacaan-al-quran-atau-mengaji-saat-orang-lain-shalat-ydsf-QaYA.html"><span lang="IN">Mengeraskan Bacaan Al-Qur’an Atau Mengaji Saat Orang Lain Shalat | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/generasi-masa-kini-berpedoman-al-quran-ydsf-Qvey.html"><span lang="IN">Generasi Masa Kini Berpedoman Al-Qur’an | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/adab-terhadap-alquran-ydsf-7vvM.html"><span lang="IN">Adab Terhadap Alquran | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/belajar-membaca-alquran-di-masa-rasulullah-saw-ysdf-ueY9.html"><span lang="IN">Belajar Membaca Alquran di Masa Rasulullah Saw | YSDF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/banyak-menghafal-alquran-tubuh-jadi-semakin-sehat-8fMH.html"><span lang="IN">Banyak Menghafal Alquran, Tubuh Jadi Semakin Sehat | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/asy-syifa-alquran-penyembuh-penyakit-OUAZ.html"><span lang="IN">Asy Syifa’, Alquran Penyembuh Penyakit | YDSF</span></a></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat