UPDATE NEWS

...

Friday, 15 February 2019 02:00

Hidup itu sedekah | YDSF

Ydsf.org – Hakikatnya, hidup kita ini adalah hasil sedekah pihak lain. Semua telah bersedekah kepada kita. Allah SWT sebagai pemilik alam raya telah menganugerahkan hidup dan kebutuhan kita. Itu sedekah dari Allah. Kemudian orangtua kita bersedekah dengan segala agar kita tumbuh kembang hingga dewasa dan mandiri. Istri juga bersedekah dengan kasih sayang dan dukungan sepanjang hidup bersama dalam rumah tangga.

Ungkapan rasa syukur atas anugerah yang Allah SWT berikan itu pun dapat dilakukan dengan cara banyak hal, seperti  mengisi kehidupan dengan kebaikan, membantu sesama, mengerjakan syariat-syariat islam seperti zakat, infak dan shadaqah (ZIS).

Zakat juga merupakan satu-satunya rukun islam yang masuk ke ranah publik, dimana empat rukun islam lainnya masuk ke ranah pribadi. Mengapa demikian? Agar harta itu tidak beredar di kalangan orang kaya saja. Bersama instrumen zakat, infak, shadaqah dan wakaf (ZISWAF) dapat masuk ke ranah masyarakat.

Baca juga : YUK BERSEDEKAH !!!

Allah berfirman dalam ayat 7 surat Al Hasyr.

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”

Ayat diatas merupakan sebuah landasan bagi seorang amil zakat yang mempunyai peran untuk mendistribusikan harta di tengah masyarakat. Tugas ini permanen diberikan oleh Allah swt. Peran amil sebagai pihak pengelola juga termaktub di surat At Taubah ayat 60.

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

beasiswa peduli yatim

Sedekah sebagai Pondasi Hidup

Sedekah adalah pondasi tatanan kehidupan. Amil itu bekerja seperti bank yang mengumpulkan dan mendistibusikan uang. Sekilas sama. Namun dari sini kita harus ambil banyak pelajaran dari perbandingan ini. Maka siapa saja yang terlibat di dunia zakatn, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) harus melakukan pengembangan diri. Tidak boleh berhenti belajar dan berkreasi. Padahal dunia perbankan terus berinovasi dalam memberi layanan. Berikut perbandingan amil dengan bank:

Pertama, amil itu perintah Allah sedangkan bank tidak demikian karena perintah Allah, maka amil sangat mulia tugasnya

Kedua, amil bergerak untuk kepentingan mustahik (penerima zakat) sedangkan bank untuk kepentingan pribadi nasabah saja.

Ketiga, nilai zakat hanya 2,5 persen saja sedang nilai yang ada di bank tak terbatas.

Keempat, pengelolaan dana zakat masih banyak yang belum baku sedangkan manajemen perbankan termasuk yang paling bagus era sekarang ini.

Kelima, SDM yang mengelola lembaga amil masih tergolong orisinil sedangkan perbankan diisi SDM yang unggul.

Perbandingan ini menunjukan bahwa para pengelola lembaga amil zakat perlu untuk terus tumbuh dan terus berinovasi. Jika untuk kepentingan pribadi membuat orang terus berinovasi, nah demi perintah Allah harusnya kita lebih hebat lagi. (Majalah YDSF)

Sumber: Erie Sudewo (Praktisi Zakat Nasional)

 

Artikel lain : 

BEASISWA YATIM YDSF SEMARAKKAN TAHUN BARU HIJRAH DI BAWEAN

YDSF SALURKAN BEASISWA YATIM SENILAI 300 JUTA

 

Pembaca dermawan, yuk ikut berdonasi bersama kami dalam program “Beasiswa Peduli Yatim”. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini!. Jazakallahu khairan.

Share: