Program

Ingin Bersilaturrahim Dengan Kawan Lama

19 April 2017•21 min baca•Admin
featured
<p><strong>Pertanyaan :</strong></p> <p>Assalamu&rsquo;alaikum wr.wb</p> <p>Saya ingin sekali bertemu sahabat saya untuk bersilaturahmi, tapi hubungan saya dengan sahabat saya sedang tidak</p> <p>baik karena saya sempat berselisih. Saya ingin sekali memperbaiki hubungan pertemanan saya yang sudah dari kecil itu.</p> <p>Adakah cara-cara yang bisa saya lakukan sebagai masukan ? terimakasih</p> <p>wassalamu&rsquo;alaikum wr.wb</p> <p>&nbsp;</p> <p>(Wati, 24 thn)</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Jawaban :</strong></p> <p>Wa&rsquo;alaikumsalam Wr Wb.</p> <p>Mbak Wati yang baik, bersilaturahim memang sangat dianjurkan di dalam Islam. Karena bersilaturahim memiliki banyak kebaikan,</p> <p>salah satunya memperpanjang usia.&nbsp; Oleh karena itu dapat difahami betapa tidak enaknya memiliki hubungan yang kurang baik</p> <p>dengan sahabat baik seperti yang mbak Wati rasakan.&nbsp; Saya menduga jika saat ini sahabat baik mbak Wati juga sangat merindukan</p> <p>untuk bisa bersilaturahim kembali.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Sebelum memulai kembali bersilaturahim dengan sahabat baik yang terputus, hendaknya difahami</p> <p>dulu bahwa setiap manusia membutuhkan waktu untuk berdamai dengan dirinya sendiri, sehingga ia dapat menerima masalahnya</p> <p>dan siap untuk menyelesaikannya. Nah, berapa lama waktu yang diperlukan untuk hal ini, berbeda &ndash; beda pada setiap orang, ada</p> <p>yang membutuhkan waktu cepat namun ada juga yang membutuhkan waktu lama.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Hal ini tergantung pada karakter dari masing &ndash; masing individu. Selain itu eskalasi dan intensitas masalah juga berpengaruh</p> <p>terhadap kesediaan individu untuk membuka diri. Hal tersebut&nbsp;akan memerlukan usaha ekstra jika masalah berkaitan dengan</p> <p>lokus minoris atau titik lemah diri pribadi individu. Nah, mbak Watilah yang memahami seperti apa hal &ndash; hal tersebut bagi sahabat mbak Wati.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Sebagai pertimbangan, langkah &ndash; langkah berikut ini mudah &ndash; mudahan bisa membantu. Pertama, untuk memulai komunikasi dengan</p> <p>sahabat baik yang terputus mbak Wati bisa memanfaatkan moment penting dalam hidup sahabat mbak Wati, misalnya ulang tahun.</p> <p>Mbak Wati bisa mengirimkan ucapan selamat, bisa disertai dengan mengirimkan kue kesukaannya atau sekedar kue ulang tahun.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Dengan mengingat moment tersebut menunjukkan bahwa mbak Wati masih&nbsp;mengganggap penting sahabat. Jika mbak dan sahabat</p> <p>tinggal berjauhan, maka dapat dikirimkan email atau surat dan kartu ucapan selamat &nbsp;pada moment tersebut, dimana hal ini tidak</p> <p>kalah maknanya dengan yang pertama. Setelah langkah pertama tersebut, tunggulah responnya.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Apakah dia mengucapkan terima kasih atau tidak. Jika dia mengucapkan terimakasih berarti ada celah untuk mempercepat hubungan</p> <p>baik kembali, sehingga mbak Wati bisa langsung berinisiatif untuk mengajaknya bertemu. Tentu saja dengan menyampaikan niat tulus untuk</p> <p>meminta maaf dan bersilaturaim kembali. Namun jika belum ada respon, mbak dapat melakukan langkah mengumpulkan gambar atau</p> <p>foto &ndash; foto kenangan dan mengirimkan kepadanya. Sertakan surat atau email yang berisi permintaan maaf secara tulus dan niat baik untuk</p> <p>bersilaturahim kembali.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Jika hal tersebut direspon langsung ikuti dengan ajakan untuk bertemu. Akan tetapi jika semua hal tersebut tidak</p> <p>mendapat respon darinya, maka apabila memungkinkan mbak Wati dapat langsung mendatangi kediaman sahabat, tentu saja langkah ini</p> <p>membutuhkan keberanian yang lebih besar dan resiko yang tak kalah besar jika ditolak.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Siapkah mbak Wati untuk itu? Hanya mbak Wati yang bisa menjawabnya karena langkah ini juga perlu mempertimbangkan</p> <p>hal &ndash; hal yang sudah saya uraikan di atas yaitu mempertimbangkan karakter, eskalasi dan intensitas masalah yang mbak alami berdua.</p> <p>Insyaalloh dengan niat baik bersilaturahim, yang merupakan anjuran dalam islam, dan ketulusan dari hati mbak Wati, Allah akan</p> <p>menolong dan mempermudah jalannya. Amin.</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat