UPDATE NEWS

...

Tuesday, 3 January 2017 10:54

Hubungan Yang Diberkahi Allah

Dunia gemerlap dari tanah Amerika dan Eropa yang sering dipertontonkan kepada anak dan remaja kita sering kali membawa pengaruh buruk bagi keseharian mereka. Banyak yang semakin jauh dari landasan agama. Yang selama ini kita sebagai orang tua selalu mengajarkan  dan diajarkan agama, tetapi dalam praktek kita sering “sengaja” melapaskan anak-anak kita dengan pergaulan mereka yang kita tidak tahu.

 

Banyak diantara kita yang sudah mewanti-wanti akan bahaya hubungan di luar nikah, tetapi kita seakan “menjerumuskan” anak kita sendiri ke jurang itu. “Nikah itu mahal” sudah mendarah daging kepada hampir seluruh masyarakat Indonesia. Biaya “Gengsi” menjadi nomor satu daripada Biaya untuk halal itu sendiri. Bila kita menghitung biaya “Halal” itu sangat murah, hanya sekitar Rp 800.000,00 bahkan tidak sampai angka genap Rp. 1.000.000,00 untuk memberikan anak kita hubungan yang berkah.

Larangan

Apakah kita tidak sadar bahwa sesungguhnya dari banyak kasus hubungan di luar nikah hingga kasus aborsi itu tidak hanya kesalahan anak kita, tetapi kita juga punya andil di dalamnya? Nikah muda seakan tabu bagi mayoritas masyarakat kita, dan seakan “Pacaran” menjadi jalan keluar yang pas bagi anak-anak kita. Padahal dibalik itu semua sebuah keharaman besar sedang anak kita lakukan diluar sana yang dia kenal baru hitungan bulan tanpan ikatan. Adakah yang bisa menjamin selain Allah yang Maha Menjaga? Apakah perbuatan yang anak kita lakukan tidak akan menyeret kita sebagai orang tua yang mengizinkan itu terjadi?

 

Sudah dicontohkan oleh banyak Ulama-ulama Indonesia bahwa nikah muda itu tidaklah tabu, yang terbaru adalah pernikahan anak dari Ustadz Arifin Ilham. Seorang Ustadz kondang yang tidak malu mengumumkan anaknya yang baru berumur 17 tahun untuk menikah. Di saat yang sama pemuda dan pemudi dengan umur 17 tahun masih “berkhayal” yang akhirnya berujung Zina dini. Bukankah dengan yang halal akan jauh lebih diberkahi Allah?

Berkah Menikah 

Harta haram atau makanan haram sering kita hindari karena tidak mengandung berkah tetapi untuk hubungan dengan lawan jenis kenapa kita memilih atau memilihkan anak kita dengan hubungan yang jauh dari kata berkah? Sebagai bahan koreksi bagi kita semua orang tua ataupun calon orang tua, masuklah kepada Islam secara Kaffah, menyuluruh. Hindari segala yang haram untuk menuju segala yang halal. Karena saat Hisab nanti, seluruh perbuatan yang kita lakukan dan yang bersangkutan dengan kita sebagai penanggung jawab lakukan akan di pertanyakan dan di pertanggung jawabkan secara adil oleh Sang Maha Adil.(PUT)

Share: