UPDATE NEWS

...

Sunday, 7 August 2016 00:00

Hingga Angkatan X, DGSD S1+ YDSF Latih 357 Guru di Indonesia

Hingga Angkatan X, DGSD Latih 357 Guru di Indonesia
YDSF juga memperhatikan dan berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa Indonesia. Di antaranya, dengan Wisuda Diklat Guru SD (DGSD) S1+ yang diadakan tiiap tahunnya. Tahun ini, sekitar 39 lulusan yang akan diresmikan sebagai tanda wisuda diklat yang dilaksanakan setahun full ini. Wisuda DGSD S1+ Angkatan X dilaksanakan di Kantor PWNU Jatim, di Jalan Masjid Al-Akbar Surabaya, Sabtu (30/7) lalu. Bekerjasama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan LP Ma’arif Lamongan.
Humas KPI, Rio Purboyo menyebutkan, mereka telah melewati pelatihan yang diadakan sejak September 2015 hingga Juni lalu. “Dengan angkatan ini, jadi total alumni DGSD ini tercatat 357 alumni yang tersebar di 38 kota/kabupaten di Indonesia. Ada yang sudah di Ambon, Kaltim, Gorontalo dan lain sebagainya,” ujarnya.
 “Kita sengaja menyasar SD, karena maemang di sini strategis dan menjadi pondasi untuk ke depannya bagi generasi muda,” terang Direktur Pelaksana YDSF Surabaya, Jauhari Sani dalam sambutannya. Lebih lanjut lagi, dengan adanya sinergi kerjasama antara YDSF dan mitra pelaksananya – Kualita Pendidikan Indonesia (KPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan LP Ma’arif Lamongan – tetap terjaga.
Acara diramaikan dengan penampilan pantomim ceria. Sebelumnya, para tamu dan hadirin menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya dan Hymne Guru. Di akhir acara,  diadakan pemberian hadiah kepada para alumnus terbaik dengan kategori nilai terbaik, gemar membaca, hafalan doa terbaik, terdisiplin  dan mahasiswa teladan. Di samping itu, juga ada pengumuman foto inspiratif dari para alumnus.
Berdasarkan data Balitbang Depdiknas (2008) menyatakan bahwa dari 146.052 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia ternyata hanya 8 sekolah yang mendapatkan pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Hal ini menunjukkan masih rendahnya kualitas SD di Indonesia dan juga guru SD di Indonesia dinyatakan belum layak mengajar. Terlihat juga dari presentase guru SD menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2007-2008, hanya mencapai 21,07 persen (negeri) dan 28,94 persen (swasta).
Ditambah data pusat ujian online Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK PMP) tahun 2013 menyatakan bahwa nilai rata-rata hasil UKG nasional guru SD adalah 48,74.
Oleh karena itu program DGSD S1+ ini merupakan program pendayagunaan YDSF Surabaya yang bekerja sama dengan Yayasan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) serta UNESA dan juga LP Ma’arif Lamongan. Diklat ini bertujuan menanamkan empat kompetensi dasar bagi calon guru dan guru yang sudah sarjana. Di antaranya kompetensi mendidik, membelajarkan, berkembang dan berdakwah.  Selain itu, mereka juga dibekali dengan keterampilan untuk membuat karya tulis dan  terampil berinovasi media pembelajaran.

Share: