Program

Hidup Sederhana ala Para Perumus Pancasila | YDSF

3 Juni 2024β€’49 min bacaβ€’Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sudahkah kita ketahui bahwa dari para perumus Pancasila beberapa di antara beliau terkenal dengan teladan hidup sederhana?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Setiap tahunnya pada 1 Juni Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, sebuah momen yang tidak hanya bersejarah tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam bagi bangsa. Pancasila, sebagai dasar negara, lahir dari perdebatan panjang dan pemikiran kritis para tokoh yang tidak hanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia tetapi juga meletakkan fondasi bagi masa depan bangsa. Bukan hanya mengenang rumusan Pancasila yang monumental, tetapi juga menghormati nilai-nilai luhur yang tercermin dalam teladan kehidupan pribadi para perumus Pancasila. Terutama dalam kesederhanaan di setiap hari mereka.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di balik keagungan gagasan Pancasila yang kini menjadi ideologi bangsa, ada sisi kehidupan para perumusnya yang kerap terabaikan. Dari sembilan para perumus Pancasila atau yang sering kita kenal dengan sebutan panitia sembilan, terdapat yang sangat sederhana menjalani hidupnya. &nbsp;Meski ada sebagian besar dari mereka pernah menjadi penjabat, namun mereka tidak hidup dengan berbagai fasilitas dan kemewahan. Sebaliknya, mereka menjalani kehidupan yang sangat bersahaja, yang kerap kali diwarnai dengan keterbatasan finansial.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kisah-kisah pribadi mereka, seperti Bung Hatta yang mengorbankan kebutuhan rumah tangganya demi menjaga prinsip negara, atau KH Wahid Hasyim yang bersahur hanya dengan sebutir telur dan segelas teh, adalah pengingat bahwa kemuliaan sejati terletak pada tindakan dan dedikasi, bukan pada harta dan jabatan.<o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">3 Perumus Pancasila Hidup Sederhana<o:p></o:p></span></h2><h3><span lang="IN">1. Mohammad Hatta: Pejuang Integritas dan Keteladanan Hidup<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Salah satu Bapak Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Indonesia ini sangat terkenal dengan teladan kesederhanaan dan integritas dalam memimpin. Kisah terkenal tentang istrinya, Rahmi Hatta, yang harus mengurungkan niat membeli mesin jahit karena keterbatasan keuangan keluarga, menjadi cerminan kuat dari prinsip hidup Hatta. Ketika ditanya mengapa tidak memanfaatkan kedudukannya untuk memperbaiki situasi keuangan keluarga, Hatta menjawab dengan tegas, "Rahasia negara tidak boleh disamakan dengan kepentingan keluarga." Jawaban ini menegaskan bahwa bagi Hatta, jabatan adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tanpa mencari keuntungan pribadi.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam keseharian, beliau selalu berupaya agar tidak menggunakan fasilitas negara untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Bahkan, putra Minang ini rela menjual sebagian koleksi buku kesayangannya demi mencukupi kebutuhan keluarga. Rumah dinasnya sederhana, jauh dari kesan mewah, dan ia kerap bepergian dengan sepeda di sekitar tempat tinggalnya. Hatta juga dikenal rendah hati, tidak memandang orang berdasarkan status sosial, dan selalu dekat dengan rakyat, mendengarkan aspirasi mereka. Prinsip ini menjadi fondasi moral yang kuat dalam setiap keputusan yang diambilnya sebagai pemimpin bangsa.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/menjadi-hamba-yang-pandai-bersyukur-ydsf-RgvA.html">Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur | YDSF</a></span></b></pre><h3><span lang="IN">2. KH Wahid Hasyim: Pemimpin Spiritual yang Hidup Bersahaja<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">KH Wahid Hasyim adalah sosok yang memadukan keteguhan spiritual dan kesederhanaan hidup dalam perjuangannya untuk bangsa. Sebagai Menteri Agama pertama di Indonesia, ia memiliki pengaruh besar dalam membangun relasi antara agama dan negara. Namun, di balik segala kontribusinya yang monumental, KH Wahid Hasyim menjalani hidup yang jauh dari kemewahan. Dalam setiap aspek kehidupannya, ia mencontohkan bahwa pemimpin sejati tidak hanya bicara tentang nilai-nilai luhur, tetapi juga menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaannya tidak hanya mencerminkan gaya hidup, tetapi juga bentuk spiritualitas yang mendalam, yang selaras dengan ajaran Islam tentang keadilan dan rasa syukur.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Salah satu kisah yang sering dikenang adalah saat KH Wahid Hasyim melakukan perjalanan dakwah bersama Saifuddin Zuhri. Ketika waktu sahur tiba, mereka hanya memiliki sebutir telur dan segelas teh untuk berbagi. Meskipun demikian, beliau tetap bersyukur, bahkan menyambut keterbatasan itu dengan semangat. Ia berkata, β€œKita belajar lapar, karena melupakan nasib kelaparan hanya akan membuat kita kehilangan rasa kemanusiaan.” Pernyataan ini menggambarkan pandangannya yang mendalam bahwa kesederhanaan bukan sekadar ketahanan hidup, tetapi juga cara untuk mengasah empati terhadap penderitaan orang lain. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bagi KH Wahid Hasyim, seorang pemimpin harus memiliki rasa kepedulian terhadap rakyatnya, dan kesederhanaan adalah cara untuk terus terhubung dengan realitas kehidupan yang dihadapi masyarakat. Harus hidup dalam batas kebutuhan, tidak mengutamakan kenyamanan pribadi, dan selalu memberikan contoh tentang pengendalian diri.<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">3. Haji Agus Salim: Sang Diplomat dengan Filosofi Hidup Minimalis<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagai seorang diplomat ulung dan perumus Pancasila, ia memainkan peran penting dalam diplomasi internasional untuk mendapatkan pengakuan atas kedaulatan Indonesia. Namun, di balik keberhasilan dan reputasinya di arena internasional, kehidupan pribadinya mencerminkan filosofi minimalisme yang mendalam. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rumah kecilnya di Yogyakarta menjadi saksi kesahajaan hidupnya, tempat di mana ia menjalankan tugas kenegaraan dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, meski dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Bahkan, ia sering kali memindahkan perabot rumahnya sendiri, menunjukkan bahwa ia tidak bergantung pada kemewahan atau kenyamanan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Filosofi hidup Agus Salim sangat jelas dalam pernyataannya yang terkenal, "Manusia hanya membutuhkan tempat untuk berpikir dan tidur; selebihnya hanyalah pelengkap." Pandangan ini mencerminkan prinsip hidupnya yang menolak materialisme dan menekankan pentingnya fungsi daripada penampilan. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam kehidupan sehari-harinya, Haji Agus Salim sering menggunakan pakaian yang sama hingga terlihat lusuh, tetapi hal ini tidak pernah mengurangi wibawa dan kharisma yang ia miliki. Sebagai seorang diplomat, ia tetap dihormati oleh banyak pemimpin dunia, bukan karena penampilannya, tetapi karena kecerdasan, retorika, dan integritasnya yang luar biasa. Dalam banyak pertemuan internasional, ia berhasil memperjuangkan kepentingan Indonesia dengan cara yang elegan dan taktis, meskipun ia sendiri datang tanpa kemegahan yang biasanya melekat pada diplomat.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Zakat di YDSF<o:p></o:p></span></h2><p><a href="../../../ programdonasi/zakat-maal"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait<o:p></o:p></span></h2><pre style="margin-top:12.0pt"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/pesan-rasulullah-saw-untuk-umat-muslim-jelang-akhir-zaman-ydsf-qxoKYld.html"><span lang="EN-US">Pesan Rasulullah Saw. Untuk Umat Muslim Jelang Akhir Zaman | YDSF</span></a></span></pre><pre style="margin-top:12.0pt"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-dan-pajak-ydsf-9sJrERY.html"><span lang="EN-US">ZAKAT DAN PAJAK | YDSF</span></a></span></pre><pre style="margin-top:12.0pt"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/mendahulukan-qada-puasa-lalu-puasa-syawal-ydsf-K1L0.html"><span lang="EN-US" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;line-height:107%;mso-bidi-font-family: Aptos;mso-bidi-theme-font:minor-latin;mso-ansi-language:EN-US">Mendahulukan Qadha Puasa, Lalu Puasa Syawal </span><span style="mso-bidi-font-size:12.0pt; line-height:107%;mso-bidi-font-family:Aptos;mso-bidi-theme-font:minor-latin">|</span><span lang="IT" style="mso-bidi-font-size:12.0pt;line-height:107%;mso-bidi-font-family: Aptos;mso-bidi-theme-font:minor-latin;mso-ansi-language:IT"> YDSF</span></a></span></pre><pre style="margin-top:12.0pt"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/kejar-berkah-rutin-sedekah-ydsf-4vBynve.html"><span lang="EN-US">KEJAR BERKAH, RUTIN SEDEKAH | YDSF</span></a></span></pre><pre style="margin-top:12.0pt"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/garage-sale-sd-al-hikmah-tanamkan-rasa-empati-dan-jiwa-wirausaha-kepada-siswa-1mpz.html"><span lang="EN-US">Garage Sale, SD Al-Hikmah Tanamkan Rasa Empati dan Jiwa Wirausaha Kepada Siswa</span></a></span></pre><pre style="margin-top:12.0pt"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-infaq-sedekah-dan-wakaf-ydsf-J8YjduG.html"><span lang="EN-US">PERBEDAAN ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH, DAN WAKAF | YDSF</span></a></span></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat