UPDATE NEWS

...

Tuesday, 30 June 2020 10:00

Gerakan Shalat dan Terapi Untuk Kesehatan | YDSF

Shalat adalah tiang agama. Begitu pentingnya shalat dalam Islam, bukan hanya sebagai sarana bagi umat muslim untuk bisa ‘bertemu’ dengan Sang Pencipta. Bahkan dalam setiap gerakan shalat pun dapat bermanfaat, terutama untuk kesehatan.

Mungkin kita sudah sering mendengar bahwa setiap gerakan dalam shalat bisa menjadi sebuah terapi kesehatan untuk manusia. Telah banyak literasi yang menjabarkan akan pentingnya shalat bagi kesehatan. Apakah ada dalilnya yang langsung tersurat dalam Islam?

Dari Abu Hurairah r.a.,

“Rasulullah SAW melihatku sedangkan aku tidur melingkar karena sakit perut, lalu beliau berkata, asykam darda? Aku menjawab, betul wahai Rasulullah SAW. Beliau berkata, bangunlah lalu shalat karena shalat adalah obat.” (HR. Ibnu Majah)

 

Mengupas Gerakan Shalat dalam Dunia Kesehatan

 

Takbiratul Ihram

Dimulai dengan menggerakkan tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan kalimat takbir, atau yang kita kenal dengan gerakan takbiratul ihram. Shalat dibuka dengan melancarkan sistem pernapasan serta mengontrol denyut jantung. Gerakan tangan yang dapat sejajar dan seimbang dengan telinga tersebut, ternyata mampu menarik rongga dada dan membuatnya memiliki ruang yang lebih lebar. Sehingga udara lebih mudah untuk masuk ke dalam tubuh.

Tak hanya itu, menurut Profesor Vander Hoven, ahli psikologi Belanda, menyatakan bahwa kalimat takbir dalam shalat juga sangat bermanfaat dalam mengobati psikis, seperti depresi dan kekhawatiran berlebih (dejection and tension).

 

Berdiri Selama Shalat

Dalam shalat juga gerakan berdiri sambil meletakkan tangan tepat di bawah dada dan di atas pusar. Gerakan ini ternyata mampu membantu tubuh dalam membuat kompleksitas susunan tulang-tulang tubuh menjadi rata. Postur tegap dan lurus ini, juga melatih kaki menjadi tumpuan berat abdan. Sehingga dapat merangsang titik-titik akupuntur yang ada di kaki.

 

Ruku’

Gerakan ruku’ bermanfaat dalam memelihara tingkat kelentuan tulang belakang utamanya bagian sumsum tulag belakang yang menjadi sentral syaraf manusia. Bukan hanya itu, saat ruku’ tubuh juga sedang beradaptasi untuk bisa menjaga aliran sistem keringat yang terdapat pada punggung, pinggang, paha, dan betis belakang.

Ruku juga dapat memberikan ruang pada jantung agar bisa memompa darah tanpa adanya pengaruh gaya gravitasi bumi. Hal ini dapat terjadi karena saat ruku’, posisi jantung menjadi sejajar dengan pembuluh darah tulang (besar).

 

I’tidal

Usai ruku’, shalat dilanjutkan dengan gerakan kembali berdiri semula atau i’tidal. Hal ini berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Bahkan mencegah adanya kelainan keseimbangan.

 

Sujud

Sujud merupakan cara yang paling maksimal untuk bisa mengalirkan darah dan oksigen ke tubuh bagian kepala. Sehingga, posisi sujud juga dipercaya dapat mengurangi risiko terjadinya stroke. Bagian lutut yang ditekuk bersamaan saat sujud juga berfungsi, yakni mencegah terjadinya kejang. Bahkan posisi membungkukkan badan saat sujud ini juga memiliki fungsi sebagai proses pemijatan terhadap sistem pencernaan untuk bisa lebih lancar kembali.

 

Duduk dalam Shalat

Berbeda dengan posisi duduk pada umumnya. Duduk dalam shalat dilakukan dengan menekuk kedua kaki, dengan kaki kiri dimasukkan ke dalam rongga bawah antara kaki kanan dan lantai serta menekuk telapak kaki sebelah kanan. Dalam dunia kesehatan, hal ini berfungsi untuk mengembangkan sirkulasi pembuluh kolateral kaki (pembuluh yang berhubungan antara jantung dan kaki) dan mampu meningkatkan metabolisme tubuh.

Posisi duduk seperti tersebut, juga meminimalisir adanya kesalahan penyumbatan arteri dan vena yang ada pada tubuh bagian kaki.

 

Salam

Menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri pada saat salam shalat, ternyata juga membantu menguatkan otot bagian leher. Bukan hanya itu, sistem saraf, kelenjar, bahkan pembuluh darah yang ada di bagian tersebut juga dilatih agar lebih lentur.

 

Masyaa Allah, ternyata banyak sekali manfaat yang kita dapatkan untuk kesehatan dalam setiap gerakan shalat. Oleh karenanya, lakukan gerakan shalat dengan tenang, damai, dan tentunya khusyu’.

 

(asm, berbagai sumber)

 

Baca juga:

MAKANAN PENINGKAT IMUNITAS (KEKEBALAN) TUBUH | YDSF

Hukum dan Dalil Qurban dalam Islam | YDSF

Vitamin D Pada Sinar Matahari | YDSF

PERSIAPAN DIRI MEMASUKI ERA NEW NORMAL | YDSF

Tingkatkan Semangat dan Nilai Berqurban | YDSF

 

Share: