Gerakan 3M untuk Memutus Sebaran COVID-19 | YDSF

Gerakan 3M untuk Memutus Sebaran COVID-19 | YDSF

8 Oktober 2020

Meski angka pasien COVID-19 sembuh terus meningkat, satu hal yang kita juga perlu ingat bahwa jumlah yang terkonfirmasi positif juga terus bertambah. Ini menunjukkan kepada kita bahwa perlunya kesadaran bahwa kita masih hidup berdampingan dengan pandemi. Tidak bertindak semaunya sendiri dan bebas, merasa sudah tidak ada lagi COVID-19. Oleh karena itu, Satgas COVID-19 mengusung Gerakan 3M untuk mencegah persebaran COVID-19.

COVID-19 menyebar dari satu orang ke dua hingga tiga orang di sekitarnya. Berdasarkan penelitian , COVID-19 dapat tersebar melalui droplets, bahkan juga aerosol hingga airborne. Maka, kita perlu langkah-langkah yang dapat menjadi sebuah kebiasaan baru yang baik untuk dapat mencegah persebaran virus ini.

Gerakan 3M Putus Rantai Sebaran COVID-19

Salah satu gerakan yang sedang dikampanyekan oleh Satgas COVID-19 untuk dapat memutus rantai sebaran pandemi ini adalah dengan Gerakan 3M.

Memakai Masker Saat Keluar Rumah dan Bertemu Orang Lain

Dalam memakai masker juga tidak boleh sembarangan. Sembarang dalam memilih jenis dan sembarang (bebas) dalam memakainya. Bila tidak menggunakan masker medis, gunakan masker kain yang memiliki jenis serat hingga ketebalan yang cukup untuk bisa menyaring droplets sama baiknya seperti masker medis. Seperti, tidak diperbolehkannya penggunaan masker scuba.

Penggunaan masker juga tidak boleh asal. Banyak orang yang menggunakan masker untuk menutup area hidung dan mulut, namun saat berbicara atau makan tidak benar-benar melepas masker. Hanya sekadar ditarik ke area dagu, atau bahkan digantungkan di telinga. Sehingga bagian dalam dari masker mengalami kontak langsung dengan udara dan polusi sekitar. Maka, ketika sedang ada keperluan yang harus menanggalkan dulu maskernya, harus benar-benar dilepas dan bagian dalamnya dilipat agar tidak terkontaminasi.

Baca juga: Tips Hadapi Cemas dalam Pandemi Covid-19 | YDSF

Mencuci Tangan

Mencuci tangan jangan hanya asal basah saja. Atau asal pakai sabun saja. Pemerintah melalui Kemenkes sudah cukup lama dan masif dalam memberikan edukasi terkait cuci tangan pakai sabun (CPTS). Dengan langkah-langkah dan minimum durasi dalam mencuci tangan, tentu diharapkan persentase kuman yang terbunuh lebih banyak.

Jadi, bagaimana cuci tangan yang baik dan benar? Langkah-langkah CPTS:

1. Basuhi tangan, gosok sabun pada telapan tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan memutar.

2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.

3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih

4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.

5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.

6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

Menjaga Jarak dengan Sesama

Ingat, meski sudah mulai bebas dan beraktivitas di luar rumah, bukan berarti kita bebas berdekatan dengan orang sekitar. Jaga jarak tetap harus dilakukan. Karena kita tidak tahu apakah orang yang ada di sekitar kita itu OTG (Orang Tanpa Gejala) atau bahkan memang sudah positif tetapi bandel dengan tidak mau melakukan isolasi mandiri.

Setidaknya, kita tetap memastikan jarak dengan orang yang ada di sekitar minimum satu meter. Physical distancing tidak hanya dilakukan oleh orang yang merasa mengalami gejala atau semacamnya, bahkan dalam kondisi sehat pun juga harus tetap menjaga jarak.

Selain itu, menjaga jarak dengan sesama juga dapat dilakukan dengan menghindari keramaian dan kegiatan publik yang dirasa tidak benar-benar penting dan genting. (asm, berbagai sumber)

 

Baca juga:

MEMAHAMI PHYSICAL DISTANCING | YDSF

Memahami Era New Normal | YDSF

POLA HIDUP SEHAT TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH | YDSF

Hukum Bayar Zakat Online dalam Islam | YDSF

 

Zakat Online

Tags:

Share:


Baca Juga

Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: