Durasi Bertahan Hidup Virus Corona Pada Permukaan Benda | YDSF

Durasi Bertahan Hidup Virus Corona Pada Permukaan Benda | YDSF

31 Mar 2020

Persebaran Covid-19 semakin luas pada berbagai negara di belahan bumi. Bukan hanya jumlah yang terinfeksi, bahkan nyawa yang terenggut karena virus ini pun terus meningkat. Di Indonesia, angka pasien yang meninggal hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pasien positif Covid-19 yang sembuh.

Bila kita telusuri, sebenarnya virus corona sudah ada sejak lama. Namun, memang virus ini ada berbagai jenis, dari yang menginfeksi hewan hingga manusia. Pada virus yang menginfeksi manusia dinamakan dengan human coronavirus (HCov) dengan contoh seperti SARS-Cov, MERS-Cov, dan yang terbaru SARS-Cov-2 atau penyakit Covid-19.

Setiap jenis virus corona memiliki kemampuan bertahan yang berbeda-beda pada jenis permukaan benda yang berbeda pula. Ada yang hanya dapat bertahan dalam hitungan jam, namun juga ada yang mampu bertahan hingga lebih dari lima hari.

Durasi Bertahan Hidup Virus Corona di Permukaan Berbeda

The Journal of Hospital Infection melakukan penelitian terhadap beberapa jenis virus corona untuk mengetahui berapa lama setiap jenis virus tersebut dapat bertahan hidup pada permukaan tertentu. Jenis virus corona yang mereka gunakan adalah MERS-CoV, TGEV (menginfeksi melalui babi), MHV (menginfeksi melalui tikus), SARS-CoV, dan untuk HCoV (human coronavirus) yang digunakan adalah jenis virus penginfeksi melalui kelelawar (strain 229E).

Tabel durasi hidup virus corona

 

Percobaan yang dilakukan pun juga menggunakan beberapa variabel suhu atau temperatur. Hal ini tentunya supaya kita mengetahui hingga pada suhu berapakah virus corona ini dapat bertahan hidup.

Temperatur yang Dapat Membuat Virus Corona Bertahan Hidup

Selain itu, The Journal of Hospital Infection melakukan percobaan berbagai virus corona yang telah disebutkan di atas kepada beberapa jenis larutan, khususnya turunan dari alkohol. Untuk mengetahui sebenarnya larutan yang seperti apakah atau yang mengandung apa dengan persentase berapa yang dapat membunuh virus tersebut.  

Dari percobaan yang telah dilakukan oleh pihak The Journal of Hospital Infection juga menyatakan bahwa ada beberapa jenis virus corona yang dapat bertahan pada suhu hingga 40 derajat Celcius. Dan juga menjelaskan bahwa seseorang dapat lebih sering menyentuh kulitnya (56%) daripada mulut, hidung, dan mata setiap jamnya.

Studi mereka itu pun juga mendukung pernyataan WHO bahwa kandungan minimum dalam alkohol untuk bisa membunuh kuman (dan virus di dalamnya) sebesar 70%.

Berjemur Bukan Untuk Membunuh Virus

Pemahaman salah yang saat ini beredar adalah telah diyakini bahwa dengan berjemur pada paparan sinar matahari dapat membunuh virus yang ada di dalam tubuh. Padahal, faktanya hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut, atau menyatakan secara signifikan bahwa berjemur dapat membunuh virus khususnya saat ini adalah Covid-19. Hal ini juga diperkuat dengan adanya informasi melalui situs resmi Kominfo bahwa virus corona dapat mati pada suhu tinggi mencapai 56 derajat Celcius adalah disinformasi.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah dengan berjemur sebenarnya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Karena tubuh kita membutuhkan sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D, khususnya D3 yang penting untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Ditambah sinar matahari juga membantu untuk menekan pergerakan sistem imun yang terlalu aktif, sehingga bagus untuk mencegah seseorang dari penyakit autoimun. (asm, berbagai sumber)

 

Foto cover: Designed by pressfoto / Freepik

 

 

Baca juga:

MAKANAN PENINGKAT IMUNITAS (KEKEBALAN) TUBUH | YDSF

Sejarah Sertifikasi Halal di Indonesia | YDSF

Makna Di Balik Halal Haram

BERBAGI ITU NIKMAT

MENGENAL CORONA JENIS COVID-19 | YDSF

Memahami Social Distancing | YDSF

Pola Hidup Sehat Tingkatkan Imunitas Tubuh | YDSF

 

Donasi Online Covid-19

               

Share:


Baca Juga