Doa Turun Hujan | YDSF

Doa Turun Hujan | YDSF

17 Des 2020

Hujan, dapat menjadi berkah namun juga bisa menjadi petaka bila diiringi badai dan angin. Oleh karena itu, Islam mengajarkan doa ketika turun hujan. Karena hujan bukan hanya dirasa dan dinanti manusia. Hujan menjadi salah satu berkah yang diberikan oleh Allah Swt. kepada seluruh makhluk hidup di muka bumi.

Doa ketika hujan turun pun dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. Bahkan, ada beberapa doa ketika hujan turun. Kita dapat berdoa ketika hujan masih turun, ketika hujan turun dengan lebat, hingga ketika hujan telah berhenti. Semua dapat kita amalkan agar hujan yang turun menjadi berkah, bukan membuat bencana yang dapat merugikan banyak pihak.

Berdoa ketika turun hujan juga menjadi salah satu bentuk syukur kita atas nikmat yang telah Allah Swt. berikan. Melalui hujan, ada banyak kehidupan yang bisa kembali bertahan dan tumbuh. Hujan, salah satu bentuk Allah menunjukkan hanya Dia Yang Maha Kuasa.

Allah Swt. berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fussilat: 39).

Doa Turun Hujan dan Arti

Doa turun hujan yang pertama ini mungkin sudah sering kita ketahui. Singkat, namun bermakna yang cukup dalam. Meminta pada Allah Swt. agar hujan yang turun membawa berkah dengan datangnya manfaat.

Baca juga: Amalan Saat Turun Hujan | YDSF

Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw. ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari).

Doa Ketika Turun Hujan Deras

Sedangkan, ketika hujan sudah mulai lebat atau deras, maka kita bisa melanjutkan dengan mengamalkan sesuatu yang sederhana yakni doa ketika turun hujan deras.

Nabi Muhammad saw. berdo’a,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014).

Doa Selesai Hujan

Nah, ketika hujan telah selesai, maka kita juga bisa melanjutkan berdoa kembali sebagaimana yang juga dicontohkah oleh Rasulullah saw.

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, Rasulullah saw. melakukan shalat subuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, “Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian saw. bersabda,

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), makadialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, ketika hujan turun, jangan hanya berhenti di doa “Allahumma shoyyiban nafi’an”, karena kita juga masih bisa beramal dengan doa lain ketika turun hingga selesainya hujan. Jangan sampai karena sebal dengan hujan, kita justru tak mau berdoa. Ingat, ada berkah Allah dalam tiap turunnya hujan. (asm, berbagai sumber)

 

Artikel Terkait:

Contoh Istiqomah dalam Beribadah | YDSF

Kisah Abu Dahdah, Si Pemilik Kebun Kurma di Surga | YDSF

Batasan Air untuk Wudhu | YDSF

Kekeringan Zaman Nabi Yusuf, Kemarau Hingga 7 Tahun | YDSF

 

Zakat YDSF

Share:


Baca Juga