Deretan Bantuan YDSF untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

Deretan Bantuan YDSF untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

29 Oktober 2020

YDSF memberikan banyak bantuan masyarakat terdampak COVID-19. Dengan menggunakan dana zakat dan hasil penggalangan dana untuk masyarakat terdampak pandemi. 

Pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Banyak masyarakat yang terdampak COVID-19. Mulai dari bidang pendidikan hingga sektor ekonomi. Bahkan,Kemnaker mencatat setidaknya telah ada 3,06 juta pekerja yang terkena PHK per 27 Mei 2020. Melihat situasi ini, YDSF pun dengan sigap memberikan berbagai bentuk bantuan untuk masyarakat terdampak COVID-19.

Fasilitas Penyemprotan Desinfektan YDSF

Tindakan pertama yang dilakukan oleh YDSF saat COVID-19 dinyatakan telah positif ada di Indonesia adalah memberikan fasilitas penyemprotan desinfektan. Baik untuk kawasan rumah warga maupun layanan fasilitas publik.

Bahkan penyemprotan desinfektan yang dilakukan YDSF telah mencakup wilayah Pulau Jawa. Telah tercatat sebanyak 758 titik yang telah menerima layanan penyemprotan desinfektan YDSF, data per Oktober 2020.

Beberapa fasilitas publik yang mendapatkan layanan penyemprotan desinfektan YDSF antara lain, Gedung WTC Surabaya, Kompleks Wisata Sunan Giri Gresik, serta beberapa sekolah, lembaga, dan institusi yang mengajukan permohonan ke YDSF.

Bantuan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak COVID-19

Mengingat banyaknya masyarakat yang langsung terdampak dari segi ekonomi dengan adanya pandemi COVID-19 ini, YDSF juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.

YDSF telah mendistribusikan paket sembako kepada 1.323 jiwa, masyarakat terdampak COVID-19 yang berada di Jawa dan Bali. Dalam menentukan siapa penerima yang tepat dan layak, tentu YDSF telah melakukan survei dan analisa terhadap para masyarakat tersebut. Hal ini ditujukan agar setiap paket sembako yang akan diberikan dapat sampai kepada para mustahik yang memang benar-benar membutuhkan.

Berbagai profesi harian yang terdampak dan benar-benar berada dalam kondisi kesulitan karena pandemi, kami usahakan dapat menerima bantuan paket sembako. Siti Aminah (70), salah satunya. Wanita asal Madura yang harus merantau di Surabaya dan hanya hidup dari berdagang rujak ini mengaku bahwa pandemi membuatnya tak berpenghasilan sama sekali.

Banyak kisah yang dialami masyarakat kita sama seperti apa yang dialami oleh Siti Aminah. Bahkan beberapa di antara yang mendapatkan bantuan sembako YDSF mengaku harus rela menahan  lapar demi tetap bisa makan keesokan harinya.

Bantuan APD dan Gizi untuk Tenaga Medis

Dengan kondisi yang seperti saat ini, peran tenaga medis menjadi begitu penting. Bukan hanya rela mengorbankan waktu dan tenaga. Telah tercatat 253 tenaga medis yang rela gugur demi merawat pasien COVID-19.

YDSF pun juga bergerak dalam membantu para tenaga medis. Sebanyak 1.500 APD dan paket nutrisi untuk para tenaga medis yang ada di Jawa Timur.

Kolaborasi Bersama Influencer, Aghnia Punjabi

Dalam mendistribusikan APD, YDSF juga bekerja sama dengan Aghnia Punjabi melalui Kitabisa.com. Dari 1.500 paket APD yang telah tersalurkan, sebanyak 600 paket APD senilai Rp85 juta hasil kerja sama YDSF dan Aghnia Punjabi, diberikan untuk tenaga medis yang berada di 10 rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di Surabaya.

Rumah sakit yang menerima suntikan APD dan tambahan nutrisi dari YDSF ini tentu tidak serta merta dipilih secara asal. Namun, YDSF melakukan survei kelayakan terlebih dahulu. Bila dirasa pihak rumah sakit yang bersangkutan telah cukup memadai dengan adanya bantuan APD dari pemerintah, maka YDSF akan memberikan paket APD kepada rumah sakit yang lebih membutuhkan. Jumlah APD yang dibutuhkan dan yang dimiliki (atau bantuan yang ada) menjadi bahan pertimbangan untuk YDSF.

 

Artikel Terkait

KORBAN BENCANA BOLEH TERIMA ZAKAT | YDSF

Mudahnya Membayar Zakat di YDSF

Deretan Prestasi YDSF Kelola Dana CSR

 

Sedekah dari Rumah

Tags:

Share:


Baca Juga

Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: