Program

Dampak Makanan Haram bagi Muslim | YDSF

21 Januari 2022•39 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Setiap yang kita konsumsi pasti memberikan dampak baik pada kesehatan mental dan fisik. Begitu pula alasan mengapa Allah melarang kita konsumsi makanan haram sebagai seorang muslim. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Sebagaimana Allah Swt. berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.</span><span lang="EN-US">”</span><span lang="id"> (QS Al-Mu'minun: 51)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Dalam ayat ini Allah menyeru ‘Wahai para rasul’, artinya perintah ini memiliki derajat lebih tinggi daripada ayat yang diawali dengan seruan ‘Wahai orang yang beriman’ atau ‘Wahai manusia’. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Allah memerintahkan untuk memakan makanan yang baik disandingkan dengan perintah mengerjakan kebajikan. Apa korelasinya makanan dan amal kebajikan? Disinilah pentingnya kita mentadabburi Al-Qur’an, mengambil pelajaran dari setiap ayat dalam Al-Quran. Karena sesungguhnya tidak akan pernah mampu seseorang melakukan amal kebaikan kecuali ia memastikan bahwa setiap makanan yang masuk ke dalam perutnya berasal dari makanan yang halal. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Daging yang tumbuh dari sesuatu yang halal maka ia akan mudah menyambut panggilan Allah dan rasul-Nya. Sebaliknya, daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka akan sulit menyambut panggilan Allah dan rasul-Nya. Bisa jadi inilah salah satu penyebab sulitnya kita melakukan ketaatan. <o:p></o:p></span></p><pre style="text-align:justify"><b><span lang="id">Baca juga: </span></b><span lang="id"><a href="https://ydsf.org/berita/makna-di-balik-halal-haram-dXXi.html"><b><span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-family: Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin">Makna Di Balik Halal Haram | YDSF</span></b></a><b><o:p></o:p></b></span></pre><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Ketika seseorang ingin memperbaiki amal ibadahnya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah makanannya. Kehati-hatian dalam memilih makanan ini telah dipraktikkan oleh orang-orang saleh terdahulu.<o:p></o:p></span></p><h2><span lang="id">Kisah Abu Bakar dan Makanan Haram</span></h2><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Suatu hari Abu Bakar disuguhi makanan oleh pelayannya. Makanan itu langsung ia makan tanpa bertanya asal </span><span lang="EN-US">muasal </span><span lang="id">makanan tersebut. Padahal salah satu kebiasaan <a href="https://republika.co.id/tag/abu-bakar"><span style="color: windowtext;">&nbsp;Abu Bakar</span></a> sebelum menyantap makanan yang dihidangkan pelayannya, ia selalu bertanya</span><span lang="EN-US">: </span><span lang="id">“Bagaimana engkau dapatkan makanan ini? Dari siapakah engkau mendapatkannya?” <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Kemudian pelannya ini bertanya, “Wahai Abu Bakar, bukankah engkau biasanya selalu menanyakan kepadaku asal-usul makanan itu sebelum memakannya?” Abu Bakar sadar. Ia melewatkan sesuatu yang selama ini telah menjadi kebiasaannya. “Maafkan aku. Tadi aku sangat lapar, jadi aku tak sempat bertanya. Sekarang ceritakanlah kepadaku dari mana asal-usul makanan ini?” pinta Abu Bakar.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Pelayannya pun menceritakan. “Wahai Abu Bakar. Sebelum masuk Islam, aku adalah seorang dukun (tukang sihir). Hari ini aku bertemu orang yang dulu pernah aku beri mantra, kemudian ia memberikan aku makanan ini</span><span lang="EN-US">,</span><span lang="id">” </span><span lang="EN-US">katanya</span><span lang="id">.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Betapa kagetnya Abu Bakar mendengar cerita pelayannya itu. Menyadari ada makanan dari hasil kesyirikan yang masuk ke tubuhnya, Abu Bakar langsung memasukkan jarinya ke dalam mulutnya. Ia mencoba memuntahkan kembali apa yang baru disantapnya. <o:p></o:p></span></p><pre style="text-align:justify"><b><span lang="id">Baca juga: </span></b><span lang="id"><a href="https://ydsf.org/berita/ini-penjelasan-hukum-makan-kepiting-halalkah-ydsf-fn2B.html"><b>INI PENJELASAN HUKUM MAKAN KEPITING, HALALKAH? | YDSF</b></a><b><o:p></o:p></b></span></pre><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Saking kerasnya usaha Abu Bakar untuk mengeluarkan makanan itu, perawi hadits ini menggambarkan seakan-akan ruhnya juga akan keluar (mati) karena usahanya memuntahkan. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">“Mengapa engkau memuntahkan kembali makanan itu, wahai Abu Bakar? Bukankah apa yang telah (tidak sengaja) termakan (sekali pun haram) itu telah dimaafkan Allah SWT?” tanya si pelayan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">“Memang benar. Tapi, aku takut karena Rasulullah SAW bersabda, “Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka tempatnya (daging itu) adalah di neraka</span><span lang="EN-US">.</span><span lang="id">” (HR Muslim).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Seperti itulah kehati-hatian umat terdahulu terhadap makanan haram. Karena mereka tahu dampak buruk dari makanan haram akan mempengaruhi ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Wanita salih terdahulu selalu berpesan kepada suaminya ketika hendak berangkat bekerja, “Wahai suamiku, kami sabar kal</span><span lang="EN-US">au</span><span lang="id"> kami lapar, tetapi kami tidak sabar kal</span><span lang="EN-US">au</span><span lang="id"> kami masuk neraka karena makanan yang haram”. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><span lang="id">Saat ini mari kita perhatikan makanan kita. </span><span lang="EN-US">P</span><span lang="id">astikan </span><span lang="EN-US">apa yang kita </span><span lang="id">makan </span><span lang="EN-US">sesuatu </span><span lang="id">yang halal dan didapat dari harta yang halal</span><span lang="EN-US">.</span><span lang="EN-US"> </span><b><span lang="id"><o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><b><span lang="id">&nbsp;</span></b></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><b><span lang="id">Sumber: Majalah Al Falah Edisi Januari 2022<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify"><b><span lang="id"><br></span></b></p><h3 style="text-align:justify"><b><span lang="id">Sedekah Mudah Klik:</span></b></h3><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p></p><p style="text-align:justify"><b><span lang="id"><br></span></b></p><pre style="text-align:justify"><b><span lang="id">Artikel Terkait:<br></span></b><span lang="id"><a href="https://ydsf.org/berita/hukum-gadai-barang-dalam-islam-ydsf-bQnl.html">Hukum Gadai Barang dalam Islam | YDSF</a> </span><span lang="id"><a href="https://ydsf.org/berita/tertulis-no-pork-bukan-jaminan-halal-ydsf-IQC1.html">TERTULIS NO PORK BUKAN JAMINAN HALAL | YDSF<br></a></span><span lang="id"><a href="file://192.168.10.43/Multimedia/_TIM%20UMEK/ARTIKEL/01.%20JAN/Perbedaan%20Alkohol%20dan%20Khamr%20%7C%20YDSF">Perbedaan Alkohol dan Khamr | YDSF</a></span></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat