Program

Cara Rasulullah saw. Membangun Basis Politik | YDSF

26 Oktober 202356 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rasulullah saw. memberikan teladan bagi umat Muslim untuk dapat membangun basis politik sesuai kaidah-kaidah syari tanpa menyakiti orang lain. Karena sejatinya, dalam berbagai aspek kehidupan tidak lepas dari hal berbau politik. Dari yang sederhana, misalnya pemilihan Ketua RT, ini juga contoh kegiatan politik di lingkup masyarakat satu rukun tetangga. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seperti biasa, tiap kali bangsa ini menggelar pesta demokrasi, adu kekuatan politik selalu mewarnai. Proses yang seharusnya menjadi ajang pemersatu bangsa, justru memunculkan fakta yang sebaliknya. </span>Masyarakat selalu terbelah dalam kelompok-kelompok yang diadu oleh pandangan politik kandidatnya. <span lang="IT">Sering</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kali hal ini mengancam disintegrasi bangsa</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang berujung pada hancurnya persatuan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">bangsa. Bila kompetisi terjadi ketika masa</span><span lang="IN">-</span><span lang="IT">masa</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">pemilihan berlangsung, maka hal</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">tersebut wajar. Namun menjadi masalah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">bila pascapemilihan seteru politik masih</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">berlangsung.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Sebagai umat dengan jumlah mayoritas,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kaum muslim Indonesia memiliki kesempatan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">besar sebagai agen yang mengubah kondisi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ini. Dengan meneladani bagaimana Rasulullah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">saw. bersikap dalam perselisihan & memimpin</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sebuah masyarakat dengan cita-cita besar.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IN">Hingga membangun manusia yang dipersiapkan sebagai <i>syuhadaa’ ‘alannasi</i>, umat Islam bertugas memberikan solusi dan menjadi pemersatu bangsa.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rasulullah saw. sebagai pemimpin umat memiliki kecerdasan yang luar biasa. </span><span lang="IT">Tidak</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">hanya dalam hal agama, tetapi juga pada aspek-aspek penting kehidupan manusia. Contohnya,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ketika rombongan umat Islam dari Madinah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kembali ke kota mereka, beliau mengutus</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">bersama mereka sahabat Abdurrahman bin Auf</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">untuk membantu umat Islam dalam membangun</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">perekonomian mandiri dalam bentuk sebuah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">pasar yang disebut dengan suqul Anshor. Upaya</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ini bertujuan untuk menghindarkan umat Islam</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dari praktik riba dalam perdagangan dengan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kaum Yahudi. Ketika itu mereka menguasai</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">perekonomian Madinah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Tugas ini bukan untuk mendiskriminasi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kaum Yahudi. Dengan demikian, terciptalah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">praktik ekonomi proteksi yang menguatkan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">perekonomian umat Islam, dan menjadikan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">mereka terlepas dari dominasi ekonomi Yahudi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang penuh dengan kecurangan. Di sinilah Nabi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">telah membangun elemen ekonomi sebagai</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">salah satu pondasi kuat dalam membangun</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">masyarakat. Maka ketika Nabi hijrah, bangunan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ekonomi tersebut telah berdiri kokoh dan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dengan demikian pengaruh Islam pun kuat. Inilah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kenapa masyarakat pun bersepakat dengan suka</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">rela dengan segala butir dalam piagam Madinah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Bagaimana Rasul saw. membina </span><span lang="IN">m</span><span lang="IT">asyarakat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sangatlah bijaksana dan cerdas. Sebelum</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menjadi pemimpin Madinah, Nabi saw. </span><span lang="IN">t</span><span lang="IT">elah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">memberikan bukti konkrit yang bisa menjadi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">tawaran nyata bagi setiap individu dalam</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">masyarakat madinah. Inilah komunikasi sosial</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang dicontohkan Nabi saw. Praktik komunikasi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang benar-benar membangun masyarakat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menjadi lebih baik secara ekonomi dan sosial.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IN">Terbukti piagam Madinah pun disetujui secara aklamasi oleh seluruh masyarakat Madinah meskipun tidak semuanya beragama Islam.<o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Membangun Jiwa Manusia<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Selain itu, dalam peristiwa Fathu Makkah sekali lagi Nabi Muhammad saw. menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin. Ketika umat Islam berhasil memasuki Makkah, beliau tidak langsung menganggap semua penduduk Makkah sebagai lawan politik. Justru beliau menghargai dan menjaga kehormatan mereka. Hal itu ditunjukkan dengan memberi hak istimewa Abu Sufyan yang merupakan pemimpin Makkah waktu itu, sebagai orang yang bisa memberi perlindungan. Hal yang patut diteladani sebagai sikap menghargai dari seorang pemenang. Beliau tidak lantas menjatuhkan wibawa Abu Sufyan, tetapi tetap menjaganya sebagai seorang sosok yang terhormat bagi masyarakat Makkah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Setelah itu pun Nabi saw. langsung menuju Ka’bah sebagai konsistensi misi dalam peristiwa ini. Karena Fathu Makkah tidak semata kepentingan politik, namun lebih fundamental dari itu adalah kepentingan agama. Seluruh bentuk berhala dihancurkan sebagai simbol kelahiran kembali masyarakat Makkah kepada yang lebih baik. Penghancuran berhala tersebut pun merupakan simbol penghancuran segala macam sekat yang mengkotak-kotakkan masyarakat atas dasar suku. </span>Sehingga dengan demikian, perbedaan suku telah melebur dalam satu identitas, yaitu Islam.<span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Inilah yang menjadikan Islam bisa berkembang dan pesat dalam penyebarannya ke seantero penjuru dunia. Nabi saw. tidak saja berhasil membangun sebuah komunitas sosial. Tapi juga berhasil memproduksi manusiamanusia berkualitas unggul yang mampu memberikan perubahan drastis yang tidak bisa ditandingi manusia manapun sepanjang sejarah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Maka tidak salah bila seorang penulis sekaligus politisi Perancis Alphonse de Lamartine pernah menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menandingi kejeniusan Rasulullah saw. Lanjutnya, bahwa banyak pemimpin yang berusaha membangun prajurit, hukum dan kekuasaan. Padahal apa yang mereka bangun hanyalah aspek material yang sering kali hancur di depan mata mereka.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Namun berbeda dengan Muhammad saw., ia tidak hanya membangun aspek material </span>namun lebih dari itu. Ia membangun manusia <span lang="IN">yang itu bisa menjadikan jiwa sepertiga penduduk bumi menjadi bangsa yang merdeka. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Inilah yang seharusnya dipraktikkan masyarakat dalam setiap kali pemilihan kepala pemerintahan. </span>Setiap ideologi dan latar belakang harus segera dilebur dalam satu jiwa dan satu misi. Hal tersebut akan menjadikan masyarakat lebih mawas dan awas terhadap setiap kebijakan yang dibawa oleh pemimpin terpilih. Mereka harus menjadi agen yang cerdas dan bijaksana layaknya umat Islam di masa Rasulullah. Setiap pertikaian yang dilatarbelakangi perbedaan tidak akan selesai karena manusia secara fitrahnya adalah berbeda antara satu dan lainnya. Namun meski demikian jiwa kesatuan dalam satu visi akan menjadikan perbedaan tersebut sebagai komponen-komponen yang membuat bangsa ini merdeka dan berdaulat dalam kebanggaannya.<span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Sumber Majalah Al Falah Edisi Juli 2017<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p><h2><a name="_Hlk150875918"><span lang="IN">Ikhtiar Terbaik untuk Palestina<o:p></o:p></span></a></h2><p><a href="https://pedulibaik.id/donasi/program/detail/35/solidaritas-kemanusiaan-untuk-rakyat-palestina"><img src="../../../assets/media/2023/10/09/2272/1-button-pedulibaik-ydsf.png" width="164" height="58"></a></p><br><p class="MsoNormal"><b><i> </i></b></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait<o:p></o:p></span></h2><pre><a href="https://ydsf.org/berita/uu-jaminan-produk-halal-belum-optimal-ydsf-mz0BDsf.html">UU JAMINAN PRODUK HALAL BELUM OPTIMAL | YDSF</a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/ydsf-buat-warung-sedekah-siapapun-bisa-mampir-makan-gratis-hHoe.html">YDSF Buat Warung Sedekah, Siapapun Bisa Mampir Makan Gratis</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/kejar-berkah-rutin-sedekah-ydsf-4vBynve.html">KEJAR BERKAH, RUTIN SEDEKAH | YDSF</a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/dahsyatnya-makna-kata-insya-allah-ydsf-Bc00.html">Dahsyatnya Makna Kata “<i>Insya Allah</i>” | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-diberikan-ke-tetangga-atau-lembaga-ydsf-ZLAoSQD.html"><span lang="IT">ZAKAT, DIBERIKAN KE TETANGGA ATAU LEMBAGA? | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-zakat-maal-dalam-bentuk-barang-ydsf-hs3p.html"><span lang="IT">Bolehkah Zakat Maal dalam Bentuk Barang? | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/6-amalan-pembuka-rezeki-ydsf-a9mIFfa.html"><span lang="IT">6 AMALAN PEMBUKA REZEKI | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p><h2><span lang="IN">Pemberdayaan Ternak Domba & Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)<o:p></o:p></span></h2><p> <iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/2fDaUcKXIy4" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe></p><br>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat