Program

Bolehkah Terjerat Pinjol Menerima Zakat? | YSDF

3 Juli 2024•51 min baca•Super Admin
Bolehkah Terjerat Pinjol Menerima Zakat? | YSDF
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bolehkah terjerat pinjol menerima zakat menjadi pertanyaan yang semakin sering muncul di tengah maraknya penggunaan pinjaman online di Indonesia. Meski pinjol menawarkan kemudahan dana cepat, banyak orang justru terjebak bunga tinggi dan utang yang terus menumpuk. Saat kondisi ekonomi makin sulit dan pelunasan terasa berat, muncul kebutuhan untuk memahami apakah penerima utang pinjol termasuk pihak yang boleh menerima zakat menurut syariat Islam.</span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam Islam, zakat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima zakat (asnaf), salah satunya adalah gharim, yaitu mereka yang terlilit utang. Namun, muncul pertanyaan, apakah utang dari pinjaman online termasuk yang dapat dibantu dengan dana zakat?</span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 60 yang berbunyi, <em>&ldquo;Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berhutang (gharim), untuk jalan Allah (fii sabilillah) dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan atau yang memerlukan pertolongan (ibnu sabil), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&rdquo;</em> (QS. At-Taubah:60).</span></p> <h2><span lang="IN">Gharim dalam Islam</span></h2> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gharim berasal dari bahasa Arab al-gharimun yang berarti orang yang punya utang (debitur). Secara istilah, gharim merupakan keadaan seseorang yang terlilit utang demi memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun orang lain. Biasanya, seseorang yang bisa dikatakan sebagai gharimin yaitu apabila orang tersebut telah berutang untuk kebaikan, bukan untuk maksiat, dan orang tersebut tidak mampu membayar utangnya. </span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Diriwayatkan ath-Thabari dari Abi Ja&rsquo;far dari Qatadah mengatakan, &ldquo;Al-gharim adalah orang yang berutang untuk kebutuhan yang darurat dan wajib, bukan untuk pelengkap.&rdquo; (Kitab Tafsir ath-Thabari).</span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ulama Malik, Imam Syafi&rsquo;i, dan Imam Ahmad membagi gharim ke dalam dua kategori:</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><!-- [if !supportLists]--><strong><span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Aptos; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"><span style="mso-list: Ignore;">1.<span style="font: 7.0pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Gharim Limaslahati Nafsihi</span></strong></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span lang="IN">Faktor yang pertama ini merupakan kriteria yang berhak menerima zakat karena terjerat hutang untuk maslahat dirinya dan keluarga. Contohnya: berhutang untuk makan, pakaian, tempat tingga atau berobat dan lain-lain.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span lang="IN">Selain itu, orang yang terkena bencana alam atau musibah lainnya yang mengakibatkan hartanya habis. Contohnya: banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran, pencurian dan sebagainya yang mengakibatkan mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan pokok, sehingga mereka termasuk fuqara (orang-orang fakir).</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><!-- [if !supportLists]--><strong><span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Aptos; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"><span style="mso-list: Ignore;">2.<span style="font: 7.0pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Gharim Li Ishlahi Dzatil Bayyin</span></strong></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span lang="IN">Menurut Imam Nawawi dalam Kitabul majmu adalah orang-orang yang sedang bersengketa atau orang-orang yang bergerak pada bidang kegiatan sosial yang bermanfaat seperti membangun panti asuhan, rumah sakit, masjid ataupun sekolah yang tujuannya untuk melayani masyarakat.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpLast"><span lang="IN">Sesunggunya orang yang berhutang karena melayani kepentingan masyarakat, hendaknya diberi bagian dari zakat untuk menutupi hutangnya, sekalipun ia orang yang kaya.</span></p> <pre class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/5-golongan-orang-wajib-bayar-fidyah-ydsf-ChtVesl.html">5 Golongan Orang Wajib Bayar Fidyah | YDSF</a></span></strong></pre> <h2><span lang="IN">Kriteria Gharim yang Boleh Menerima Zakat</span></h2> <h3><span lang="IN">1. Beragam Islam</span></h3> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gharim berhak menerima zakat kalau dia beragama Islam, begitupula penerima zakat lainnya. Ibnu Mundzir rahmahullah mengatakan, &lsquo;para ulama&rsquo; telah bersepakat bahwa zakat itu tidak sah bila diberikan kepada seorang ahli dzimmah (non muslim).</span></p> <h3><span lang="IN">2. Hutang bukan karena untuk maksiat</span></h3> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jika hutang tersebut disebabkan maksiat seperti judi, minum khamr, berbuat tabdzir dan boros, maka ia tidak diberi uang zakat. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, saya tidak pernah mendapati satu pendapat ahli ilmu yang membolehkan zakat diberikan kepada orang yang terbelit hutang dalam rangka berbuat maksiat, sebelum ia bertaubat, kecuali pendapat lemah dari sebagian kecil Syafi&rsquo;iyah, seperti al-Hanathi dan ar-Rafi&rsquo;y, yang memandang mereka boleh diberi karena gharim.</span></p> <h3><span lang="IN">3. Gharim bukan termasuk dalam tanggungan muzakki (orang yang menunaikan zakat)</span></h3> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apabila gharim berada dalam tanggungan muzakki seperti istri atau kerabat lain, maka zakat yang diberikan kepada orang-orang ini tidak sah. Karena seolah-olah dia membelanjakan harta untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, apa yang dikeluarkan ini tidak bisa dinamakan zakat, namun dianggap sebagai nafkah yang diberikan oleh kepala rumah tangga untuk keluarganya. Orang-orang yang termasuk dalam tanggungan muzakki adalah istri, anak (keturunan), bapak serta kakek ke atas.</span></p> <h3><span lang="IN">4. Tidak mampu mencari penghasilan lagi</span></h3> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apabila seseorang memiliki hutang banyak dan dia kesulitan untuk melunasinya maka ia boleh menerima zakat walaupun ia masih mampu bekerja. Akan tetapi sebaliknya, jika hutangnya sedikit atau pihak pemberi hutangan memberikan tambahan waktu maka hendaknya ia tidak mengambil zakat dan berusaha untuk melunasinya (sendiri).</span></p> <h3><span lang="IN">5. Waktu pelunasan sudah jatuh tempo</span></h3> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa gharim tidak boleh diberi zakat kecuali setelah jatuh tempo. Namun, jika temponya amsih beberapa tahun atau lebih dari satu tahun maka tidak berhak menerima zakat untuk melunasi hutang, kecuali kondisi orang yang memberikan hutangan dalam keadaan sakit atau membutuhkan.</span></p> <h3><span lang="IN">6. Bukan keturunan Bani Hasyim (keturunan kerabat Rasulullah saw.)</span></h3> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rasulullah saw. bersabda, &rdquo;Sesungguhnya sedekah ini adalah kotoran manusia, dan ia tidak halal untuk Muhammad saw. dan juga keluarga Muhammad saw.&rdquo;</span></p> <h2><span lang="IN">Kadar Zakat untuk Gharim</span></h2> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Harta zakat yang diberikan kepada orang yang telah berhutang adalah sebesar hutang yang harus dilunasi. Karena tujuan penyaluran zakat untuk gharim hanya sebatas untuk tujuan ini.</span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, &ldquo;Gharim diberi zakat untuk menutup hutangnya walaupun sangat banyak.&rdquo; Sedangkan, Ibnu Rusyd rahimahullah, penyusun kitab Bidayatul Mujtahid menyatakan, &ldquo;Gharim diberi dari zakat sejumlah hutangnya, jika hutangnya bukan karena maksiat.&rdquo;</span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p> <h2><span lang="IN">Zakat di YDSF</span></h2> <p class="MsoNormal"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/kalkulator" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://image.falah.id/i/qAmT2ZjSX8NpEpLqVcQqeeWMWI3qZkTV4YcwAReT?v=1769501095" alt="" width="226" height="80"></a></span></p> <p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p> <h2><span lang="IN">Artikel Terkait</span></h2> <pre class="MsoNormal"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-dan-pajak-ydsf-9sJrERY.html"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">ZAKAT DAN PAJAK | YDSF</span></a></span><br><br><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/mendahulukan-qada-puasa-lalu-puasa-syawal-ydsf-K1L0.html"><span lang="EN-US" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Aptos; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-ansi-language: EN-US;">Mendahulukan Qadha Puasa, Lalu Puasa Syawal </span><span style="mso-bidi-font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Aptos; mso-bidi-theme-font: minor-latin;">|</span><span lang="IT" style="mso-bidi-font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Aptos; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-ansi-language: IT;"> YDSF</span></a></span><br><br><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/kejar-berkah-rutin-sedekah-ydsf-4vBynve.html"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">KEJAR BERKAH, RUTIN SEDEKAH | YDSF</span></a></span><br><br><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/garage-sale-sd-al-hikmah-tanamkan-rasa-empati-dan-jiwa-wirausaha-kepada-siswa-1mpz.html"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Garage Sale, SD Al-Hikmah Tanamkan Rasa Empati dan Jiwa Wirausaha Kepada Siswa</span></a></span><br><br><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-infaq-sedekah-dan-wakaf-ydsf-J8YjduG.html"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">PERBEDAAN ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH, DAN WAKAF | YDSF</span></a></span></pre>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat