Kesehatan

Bantu Biaya Pengobatan Remaja Penderita Kanker Tulang

5 November 2026•19 min baca•MediaHumas
Bantu Biaya Pengobatan Remaja Penderita Kanker Tulang
<p class="MsoNormal">Perjuangan melawan kanker tulang ganas yang dialami Syafira Zelfia Wulandari (16), remaja asal Kabupaten Bondowoso, kembali mendapat perhatian dari Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF). Pada Kamis (5/11), YDSF menyalurkan bantuan kesehatan sebesar Rp6 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan Syafira. Bantuan tersebut diterima langsung oleh kedua orang tuanya.</p> <p class="MsoNormal">Di usianya yang masih 16 tahun, Syafira harus menghadapi perjuangan berat setelah didiagnosis mengidap osteosarkoma atau kanker tulang ganas. Penyakit tersebut membuatnya harus menjalani serangkaian pengobatan, termasuk operasi, kemoterapi, hingga kehilangan salah satu kakinya melalui tindakan amputasi.</p> <p class="MsoNormal">Perjalanan pengobatan Syafira bermula pada September 2025. Saat itu, ia mengeluhkan rasa nyeri hebat pada bagian lutut. Pemeriksaan awal di rumah sakit menunjukkan adanya keretakan tulang. Namun, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan adanya sel kanker ganas pada tulangnya.</p> <p class="MsoNormal">Kondisi tersebut mengubah kehidupan Syafira. Remaja yang dikenal rajin mengaji, berprestasi, dan aktif sejak duduk di bangku SMP itu kini harus menghentikan sementara aktivitas sekolahnya untuk menjalani pengobatan.</p> <p class="MsoNormal">Setelah menjalani operasi dan kemoterapi keempat sekitar tiga bulan lalu, Syafira dirujuk dari RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam proses pengobatannya, kaki Syafira harus diamputasi sebagai bagian dari upaya medis menangani kanker yang dideritanya.</p> <p class="MsoNormal"><img src="https://api.ydsf.org/file/5c98835ec27067bc" alt="" width="933" height="700"></p> <p class="MsoNormal">Meski harus menghadapi kondisi tersebut, Syafira tetap menyimpan harapan untuk sembuh dan melanjutkan cita-citanya.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Saya sekarang sudah tidak sekolah lagi. Saya yakin saya pasti sembuh, dan saya ingin menjadi ustazah,&rdquo; ungkap Syafira.</p> <p class="MsoNormal">Perjuangan Syafira juga menjadi ujian berat bagi kedua orang tuanya, Abdurrahman Hidayat dan Wasri. Sebelum Syafira sakit, sang ayah bekerja sebagai buruh harian di bidang mebel dan bangunan di Bali, sedangkan ibunya bekerja sebagai kuli bangunan sekaligus asisten rumah tangga (ART).</p> <p class="MsoNormal">Kini, keduanya tidak lagi dapat bekerja karena harus mendampingi dan merawat Syafira sepanjang waktu, termasuk menjalani perjalanan pengobatan dari Bondowoso ke Malang. Kondisi tersebut membuat perekonomian keluarga semakin terbatas.</p> <p class="MsoNormal">Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga Syafira kini mengandalkan bantuan beras dari kerabat, dengan lauk seadanya seperti tahu dan tempe. Di sisi lain, Syafira masih membutuhkan perawatan medis dan kemoterapi lanjutan secara rutin setiap minggu di Malang.</p> <p class="MsoNormal">Di tengah situasi tersebut, bantuan kesehatan dari YDSF diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pengobatan Syafira.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Saya cuma pingin menguatkan anak saya. Syafira anak kuat, anak hebat. Semoga Allah kasih jalan terbaik dan ada keajaiban buat anak saya,&rdquo; tutur Wasri dengan tangis tertahan.</p> <p class="MsoNormal">Meski telah kehilangan salah satu kakinya, perjuangan Syafira untuk sembuh masih panjang. Ia membutuhkan dukungan biaya penunjang medis dan perawatan rutin yang belum ditanggung BPJS untuk kebutuhan pengobatan selama satu tahun ke depan.</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat