<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gaji atau
pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan menjadi salah satu sumber kekayaan
yang wajib dikeluarkan zakatnya. Ia termasuk ke dalam golongan zakat maal jenis
zakat penghasilan. Sebagaimana firman Allah Swt., <i>“</i></span><i><span style="color: black; background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial;">Hai orang-orang yang beriman,
nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan
sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.</span></i><i><span lang="IN" style="color: black; background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial;">..</span></i><span lang="IN" style="color: black; background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial;">”
(QS. Al-Baqarah: 267).</span><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tentu, untuk
dapat menunaikannya, seorang muslim harus memenuhi syarat yang telah ditentukan
secara syariat. Apabila belum memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diwajibkan
untuk menunaikan zakat tersebut.</span></p><p class="MsoNormal"><b style="font-size: 1.75rem;"><span lang="IN">Kriteria Wajib Zakat Penghasilan</span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak boleh asal mengeluarkan
harta penghasilan dengan niat penunaian zakat. Ada beberapa kriteria yang perlu
diperhatikan untuk dapat masuk dalam kategori wajib zakat penghasilan. Di
antaranya:<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">1. Islam<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menganut agama
Islam sudah pasti menjadi syarat mutlak saat akan menunaikan zakat. Meski telah
memiliki harta berlimpah, apabila ia masih berstatus non-muslim, maka tidak diwajibkan
mengeluarkan zakat.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">2. Merdeka<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Maksud dari
merdeka yaitu tidak termasuk sebagai hamba sahaya atau budak. Sebab, seorang
hamba sahaya justru termasuk golongan penerima zakat atau dikenal dengan
istilah mustahik (QS. At-Taubah: 60). <o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/8-golongan-penerima-zakat-huYI.html">8 Golongan Penerima Zakat | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">3. Kepemilikan
harta seutuhnya<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seseorang dikatakan
wajib menunaikan zakat apabila seluruh hartanya benar-benar menjadi milik
seutuhnya. Bukan merupakan harta orang tua, saudara, atau milik bersama satu
keluarga. Sebab, kewajiban zakat diperuntukkan secara individu, bukan kelompok.
<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">4. Bebas dari utang<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Utang menjadi
salah satu tanggungan yang wajib diselesaikan. Seseorang tidak dapat menunaikan
zakat, apabila masih memiliki tanggungan utang. Terlebih, bila jumlah utang
yang dimiliki berjumlah besar. Maka, harus dipastikan utang lunas terlebih
dahulu sebelum menunaikan zakat.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">5. Mencapai
nishab zakat<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal">Nishab atau batasan minimum harta yang <span lang="IN">harus </span>dimiliki <span lang="IN">seorang muslim dengan penghasilan tetap selama
satu tahun yakni senilai 85 gram emas murni. Nilai tersebut menyesuaikan periode
pada saat mengeluarkan zakat. Misalnya, </span>harga 1 gram emas saat ini
Rp935.000,<span lang="IN">-</span> maka nishab
zakatnya sebesar Rp79.475.000<span lang="IN">,-.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Namun, pemerintah
melalui Surat Keputusan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Nomor 22 Tahun 2022
tentang Nishab Zakat Pendapatan dan Jasa, menyebutkan bahwa nishab zakat penghasilan
senilai Rp79.292.978,- (85 gram emas) per
tahun, atau Rp6.607.748,- per bulan. Dalam hal ini, bila dihitung harga per
gram emas yang digunakan senilai Rp932.859,-.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sedangkan, apabila
seorang muslim mendapatkan penghasilan dari proyek insidentil atau dalam jangka
waktu tertentu, maka nishab yang digunakan yaitu senilai 653 kg makanan pokok.
Hal ini, diqiyaskan dari nishab zakat pertanian. Jika dikonversikan dengan
harga beras saat ini, maka nilai nishabnya: Rp15.000,- x 653 = Rp9.795.000,-
(harga beras menyesuaikan periode pengeluaran zakat).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">6. Memenuhi haul
zakat<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">H</span>aul atau
batas waktu untuk dapat menunaikan zakat<span lang="IN"> penghasilan</span> yakni dalam kurun waktu satu tahun (12 bulan).<span lang="IN"> Hal ini berlaku bagi seseorang yang
memiliki penghasilan rutin bulanan dengan nilai tetap. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apabila seseorang
tersebut merupakan <i>freelancer</i> atau bekerja berdasarkan proyek dalam
jangka waktu tertentu, maka haul zakatnya berdasarkan setiap gaji yang
dibayarkan. Hal ini diqiyaskan dari zakat pertanian yang ketentuan penunaian
zakatnya di saat setelah panen.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/cara-menghitung-zakat-profesi-ydsf-baRG.html">Cara Menghitung Zakat Penghasilan | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saat seorang
muslim telah memenuhi keenam kriteria di atas, maka ia wajib menyisihkan zakat
sebesar 2,5% dari total harta penghasilan yang dimiliki. Perhitungan zakat ini bukan
hanya diambil dari gaji rutin bulanan atau proyek saja, namun juga termasuk seluruh
bonus, tunjangan (misalnya, tunjangan hari raya (THR) dan semacamnya), serta uang
pesangon atau pensiun yang termasuk dalam unsur penghasilan yang dimiliki.</span></p><p class="MsoNormal"><b style="font-size: 1.75rem;"><span lang="IN">Ketika Penghasilan Belum Cukup
Zakat</span></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ustadz Zainuddin
MZ, Lc. MA., Dewan Syariah YDSF, menjelaskan bahwa apabila terdapat seorang
muslim yang memiliki harta kurang dari nishab dan haul, maka tidak diwajibkan untuk
menunaikan zakat sebagaimana aturan syariat yang telah berlaku.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Namun, apabila seseorang
tersebut masih tetap kekeh ingin mengeluarkan penghasilannya untuk zakat, maka
cukup diniatkan sebagai sedekah atau infaq saja. Sebab, hukumnya menjadi tidak
sah jika diniatkan sebagai zakat. (<b>yul</b>)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h3><b><span lang="IN">Zakat Mudah Satu Klik:<o:p></o:p></span></b></h3><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></b></h3><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/andai-tidak-ada-zakat-3pH8.html">Andai Tidak Ada Zakat | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-infaq-dan-sedekah-PDCJ.html">Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/konsultasi-zakat-dari-tabungan-gaji-di-bank-ydsf-liUf.html">Konsultasi Zakat dari Tabungan Gaji di Bank | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/bonus-gaji-atau-thr-masuk-hitungan-zakat-penghasilan-ydsf-BWQX.html">Bonus Gaji atau THR Masuk Hitungan Zakat Penghasilan | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/hukum-bayar-zakat-online-dalam-islam-ydsf-iHpM.html">Hukum Bayar Zakat Online dalam Islam | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-pengurang-penghasilan-kena-pajak-ydsf-fssl.html">Zakat Pengurang Penghasilan Kena Pajak | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/niat-menunaikan-zakat-ydsf-7tgd.html">Niat Menunaikan Zakat | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-untuk-harta-cicilan-ydsf-t7d4.html">Zakat untuk Harta Cicilan | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/waktu-membayar-zakat-maal-ydsf-34g8.html">Waktu Tepat Membayar Zakat Maal | YDSF</a></span></pre>
Program
Bagaimana Bila Gaji Belum Cukup Untuk Zakat? | YDSF
22 Agustus 2023•45 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat