UPDATE NEWS

...

Monday, 17 April 2017 03:58

Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar)

Sebagai muslim yang baik tentu kita mengetahui dosa dan sangat menghindari hal yang satu ini, dari dosa kecil hingga besar. Dosa besar juga di sebut dalam Bahasa Arab dengan Al-Kabair dan banyak yang kita tidak sadari sedang kita lakukan. Allah berfirman :

 

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

 

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)

 

Bahkan Allah memberikan derajat tersendiri bagi mereka yang menuntut ilmu dan belajar, tidak hanya ilmu dunia, tetapi juga ilmu akhirat sebagai bekal kita di hari kemudian. Tentu, belajar mengenai Dosa besar ini adalah keharusan untuk kita, agar kita terhindar dari panas neraka karena hal yang tidak kita sadari.

 

  1. Buruk Sangka Terhadap Allah

 

Mengapa dosa yang paling besar di sisi Allah adalah “Buruk sangka kepada-Nya”? Allah mengancam orang-orang yang berburuk sangka kepada-Nya dengan ancaman yang tidak diberikan kepada kaum lain seperti Firman-Nya :

 

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS Al-Fath : 6)

 

Allah juga berfirman tentang orang yang mengingkari satu sifat di antara sifat-sifat-Nya :

 

وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu, (dugaan itu) telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi” (Al-Fushshilat : 23)

 

Seharusnya kalian percaya tentang-Nya dengan kepercayaan yang semestinya, bahwa Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu; Mahakaya yang tidak membutuhkan apapun  dari dunia ini dan yang Maha adil terhadap seluruh makhluknya. Sudah sepatutnya kita berbaik sangka terhadap Allah yang Maha baik, yang semua ketentuan-Nya pasti yang terbaik.

 

  1. Syirik dan Kesombongan

 

Menginga syitikmerupakan sebab utama dalam menafikan perkara yang karenanya Allah menciptakan para Makhluk dan mengadakan perintah, maka Syitik tersebut adalah dosa yang paling besar di sisi Allah.

 

Begitu pula dengan kesombongan, yang berakibat sama seperti di atas. Sebab, Allah menciptakan makhluk dan menurunkan kitab hanyalah agar ketaatan ditunjukan kepada-Nya semata, sementara syirik dan kesombongan menafikan hal tersebut

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

 

  1. Zina Termasuk Kerusakan

 

Kerusakan zina amat besar, seperti merusak hukum  alam dalam menjaga keturunan dan kehormatan, serta menyebabkan timbulnya permusuhan dan kebencian di anatara manusia. Allah menyebutkan zina bersama pembunuhan di dalam Kitab-Nya, begitu pula Rasul-Nya dalam sunnahnya, Allah berfirman :

 

(68). وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚوَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ

 

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),” (QS Al-Furqan : 68)

 

Sebagai manusia biasa tentu kita pernah melakukan dosa, bahkan satu dari beberapa dosa besar ini. Tetapi Allah adalah sang Maha pengampun bagi hamba-hambanya yang bertaubat dan tidak melakukan lagi kesalahnya di kemudian hari, Allah berfirman

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

“Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar : 53)

 

(Dari Kitab AD-DAA’ WA AD-DAWAA’ Karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah)

Share: