UPDATE NEWS

...

Wednesday, 12 April 2017 12:00

AKIBAT LEMPARAN ES BATU, MATA KIRI SYAHRIL TERANCAM BUTA

Pada jam istirahat sekolah di MINU 29 Kedawang, Kec. Tambak pulau Bawean Gresik, seperti anak sekolah pada umumnya

Syahril Sa'bani (8 tahun) bermain di halaman sekolah dengan teman-temannya. Disaat asyik main lari-larian, sebuah es batu

melayang mengenai mata kirinya.

 

Anak itupun mengerang menahan sakit di matanya. Tampak matanya berdarah dan bengkak.

Es batu yang melayang tersebut diketahui berasal dari teman sekolahnya yang sedang minum es, lalu es batu maksudnya dibuang,

dan tanpa disengaja Syahril lari di depannya. Dan terjadilah insiden tersebut.

 

SD MINU 29 merupakan sekolah tempat Dai Mengajar YDSF menugaskan salah satu tenaga pengajarnya Nur Wahid salah satu

peserta program Jatim Mengajar YDSF, yang telah mengajar selama 3 tahun dari tahun 2015. Dusun Kedawang merupakan wilayah

pelosok di pulau Bawean yang jauh dari fasilitas mewah, bahasa orang lokal yang sulit dipahami, namun tak menyurutkan semangat

Nur Wahid dalam membagikan ilmunya pada anak-anak setempat bahkan memperpanjang masa mengajarnya hingga 3 tahun.

 

Pengabdian sebagai Dai Mengajar, tidak sebatas hanya pada pendidikan di sekolah sebagai guru, tapi juga kepedulian terhadap

masyarakat sekitar. Hal ini terbukti oleh sikap peduli Nur Wahid (26 tahun) guru Jatim Mengajar ini, terus mendampingi keluarga

Syahril untuk mengusahakan kesembuhan matanya. Saat ini Syahril dirawat di RS Mata Undaah Surabaya.


"Menurut dokter luka mata Syahril mengalami pembekuan darah dan mengenai syarat mata, sehingga mata kirinya

untuk saat ini tidak berfungsi, Karena kebutuhan operasi dan biaya kesehatan yang nanti tentu tinggi, dengan melihat

latarbelakang keluarga yang pekerjaannya nelayan, harapan saya sebagai guru Jatim Mengajar mohon untuk para donatur

dapat memberikan bantuan seikhlasnya untuk kesembuhan mata Syahril. Mudah2an yang diberikan donatur menjadi amal

jariyah yang tiada putusnya" Jelas Nur Wahid.

 

Share: