UPDATE NEWS

...

Monday, 4 November 2019 03:00

Adab Komunikasi Orangtua dan Anak | YDSF

Alquran sebagai pedoman utama umat muslim telah menjelaskan tentang adab komunikasi antar sesama. Dalam surat Ali ‘Imran ayat 159 Allah berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Allah secara khusus memberikan sifat-sifat terpuji kepada Nabi Muhammad agar masyarakat Arab waktu itu dapat menerima dakwah Nabi. Beberapa di antaranya adalah bersikap lemah lembut, memaafkan dan memohonkan ampun. Nabi Muhammad adalah suri tauladan terbaik bagi umatnya. Mari kita lebih rinci sifat Nabi ini.

Pertama, lemah lembut. Nabi lahir dan tumbuh di lingkungan masyarakat yang berwatak keras dan suka berperang. Oleh karena rahmat Allah-lah Nabi mempunyai sifat lemah lembut. Bahkan Allah melanjutkan dalam ayat-Nya, jika seandainya Nabi Muhammad bersikap kasar maka orang-orang akan menjauh dari Nabi. Begitu juga dengan kita, jika kita bersikap lemah lembut maka orang-orang akan senang bergaul dengan kita. Jika kita bersikap kasar, orang-orang akan meninggalkan kita.

Kedua, memaafkan dan memohonkan ampun. Jika kita telah berbuat baik kepada orang lain dan mereka tidak menyambut dengan baik, bahkan membalas kebaikan kita dengan perbuatan buruk. Maka maafkanlah dan mohonkan ampun. Memaafkan berarti kita telah ridho dan memaafkan kesalahannya. Memohonkan ampun berarti mendoakan semoga Allah mengampuni kesalahannya.

Dalam Alqurantidak terdapat perintah untuk meminta maaf, tetapi ada banyak ayat yang memerintahkan untuk memaafkan orang lain. Seorang muslim harus bisa memaafkan kesalahan sebelum orang yang bersalah meminta maaf. Inilah akhlak muslim.

Umat muslim diperintahkan untuk berlemah lembut, memaafkan dan memohonkan ampun orang lain. Apalagi orangtua. Tentu lebih lagi. Karena orangtua adalah perantara kita untuk sampai ke dunia ini.

Berbuat baik dan berbakti kepada kedua orangtua itu perkara yang diwajibkan bagi setiap muslim. Ayat-ayat Alqurantelah menyebutkan perintah untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orangtua setelah perintah untuk beribadah kepada Allah SWT, mentauhidkan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Tidak berbuat syirik. Maka kedudukan berbuat baik dan berbakti kepada keduanya itu mempunyai kedudukan yang besar karena diletakkan setelah beribadah kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (Qs. Al Isra’: 36).

Ihsan (berbuat baik) mencakup segala hal. Ihsan dalam hatinya, ihsan dalam perkataannya, dan ihsan dalam perbuatannya.

Ihsan dalam hati artinya ketika kita sudah melaksanakan kebaikan kepada orangtua tetapi orangtua membalas dengan kejelekan, maka kita harus lapang dada. Jangan sampai ada sedikit pun rasa benci atau tidak senang kepada orangtua. Perintah berbuat baik kepada orangtua hukumnya wajib walaupun mereka telah mendhalimi anak dalam urusan dunia.

Ada sebuah riwayat dalam kitab Al-adabul MufradI karya al-Imam Bukhari: “Tidak seorang pun dari kaum Muslimin yang mempunyai kedua orangtua beragama Islam yang berbakti kepada mereka berdua dengan mengharap pahala (dari Allah) melainkan Allah akan membukakan dua pintu –maksudnya pintu Surga- untuknya. Jika tinggal salah satu dari keduanya yang masih hidup, maka yang akan dibukakan adalah satu pintu. Jika dia menjadikan salah satu di antaranya marah, Allah tidak akan ridha (kepadanya) hingga orangtuanya ridha kepadanya.“ Lalu ada yang bertanya, “Meskipun kedua (orang tua)nya itu menzaliminya?” Ibnu Abbas menjawab, “Meskipun keduanya menzaliminya.”

Ihsan dalam perkataan artinya berkata baik kepada orangtua. Tidak kasar, tidak membentak, dan tidak bersuara lebih keras dari orangtua.

۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "akh" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS 17:23)

Mengucapkan kata Akh kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan yang lebih kasar daripada itu.

Ihsan dalam perbuatan artinya senantiasa memuliakan orangtua dengan segala perbuatan. Jangan sekali-kali melakukan perbuatan yang mendatangkan murka orangtua. Karena ridho Allah bergantung ridho orangtua dan murka Allah bergantung murka orangtua.

 

Sumber: Majalah Al Falah Edisi Februari 2019

 

Baca juga:

Mengasuh Anak Generasi Milenial | YDSF

Bersedekah untuk Yatim

Parenting Islami: Cara Mendidik Anak Agar Bahagia | YDSF

Televisi Bukan Teman Anak

Sedekah Online, Mudah di YDSF

 

Share: