Setiap manusia pasti tidak luput dari salah dan dosa. Sehingga ada kalanya
kita butuh memohon ampun dan berdoa kepada Allah, juga meminta maaf kepada
sesama. Sebagai ikhtiar untuk membersihkan hati, pikiran, juga niat yang buruk
dimasa mendatang.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terkadang ada hal yang mengusik hati
dan pikiran kita, entah dari kesalahan dan dosa yang kita perbuat atau dari lingkungan
sekitar. Sehingga, hal itu membuat kadar keimanan kita pun ikut menurun. Selain
itu, juga bisa mempengaruhi niat baik kita di masa mendatang.
Oleh karenanya, dibutuhkan suatu ibadah yang bisa membersihkan hati,
pikiran, dan niat kita kembali. Lalu, apa sajakah itu? Simak penjelasannya
berikut!
1. Perbanyak Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an
Di antara fungsi membaca dan mengkaji Al-Qur’an adalah membersihkan
penyakit-penyakit yang ada dalam hati kita. Ada dua jenis penawar, penawar obat
fisik (dawa’) dan penawar obat jiwa (shifa’). Salah satu di antara fungsi Al-Qur’an
adalah menjadi Shifa’ yang berarti penawar, obat, penghilang penyakit-penyakit
jiwa. Sekaligus mampu menyembuhkan penyakit fisik yang sudah tidak bisa
ditangani oleh fisik (dawa’).
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang
menjadi penawar dan rahmat bagi orang- orang yang beriman dan Al-Qur’an itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS. Al-Isra’: 82)
Al-Qur’an bila sering dibaca, dipahami dengan baik, dan diamalkan
kandungannya bisa membersihkan jiwa, menjadi penawar bagi penyakit jiwa.
Al-Qur’an juga menjadi rahmat, kemudahan dalam mengiringi aktivitas yang kita jalani.
Baca juga: Banyak Menghafal Alquran, Tubuh Jadi Semakin Sehat | YDSF
Membaca Al-Qur’an juga bisa membersihkan pikiran. Sehingga memudahkan dalam
belajar. Semua tokoh ilmuan Islam yang akan mempelajari ilmu-ilmu kehidupan,
seperti matematika, biologi, fisika, kimia, semua mempelajari Al-Qur’an terlebih
dahulu.
Ibnu Sina yang terkenal dengan ilmu kedokterannya, telah menghafal
Al-Qur’an saat usia tujuh tahun. Hingga pada usia 17 tahun sudah menjadi dokter
spesialis dan menjadi rujukan para dokter pada masa itu. Ibnu Sina dikenal
dengan hafalannya yang kuat dan hampir tidak pernah lupa. Jika ia lupa, ia
shalat dua rakaat kemudian akan ingat kembali.
2. Memperbanyak Shalat Malam
Shalat malam bisa membersihkan jiwa dan pikiran manusia. Shalat malam lebih
tepat untuk menjalankan ketatan dan ibadah, mudah meraih kekhusyu’an, jauh dari
sifat riya, dan lebih mendatangkan keberkahan dan pahala. Waktu malam juga
memiliki ketenangan karena jauh dari kesibukan dunia.
“(Sesungguhnya bangun di waktu malam lebih tepat
(untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan).” (QS. Al-Muzammil: 6)
3. Banyak Melakukan Puasa
Di antara fungsi puasa adalah memperbaiki perilaku yang tidak baik dan
membersihkan penyakit jiwa. Puasa adalah perisai, mencegah seseorang untuk
melakukan kemaksiatan dan berkata kotor. Dengan berpuasa, seorang muslim berlatih
mengendalikan hawa nafsunya, sehingga lebih bisa mengontrol amarahnya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda: Allah berfirman: Semua
amal perbuatan anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu
untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila seseorang
di antara kamu berpuasa, janganlah berkata kotor/keji dan berteriak-teriak.
Apabila ada orang yang mencaci maki atau mengajak bertengkar, katakanlah:
“Sesungguhnya aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di
tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi
Allah daripada aroma minyak kesturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua
kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika
bertemu dengan Rabb-nya. (Riwayat Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh
Al-Bukhari no. 1894, Muslim 1151).
Baca juga: Waspadai Perkara Perusak Amal | YDSF
4. Memperbanyak Istigfar dan Mendekat kepada Allah
Salah satu cara membersihkan hati dan pikiran adalah dengan banyak membaca
istigfar, meminta ampun kepada Allah. Waktu terbaik untuk membaca istigfar
adalah waktu sahar, yaitu di penghujung malam menjelang fajar.
“Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan
(kepada Allah).” (QS.
Az-Zariyat Ayat 18)
Beristigfar di malam hari merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa
kepada Allah. Orang yang bertakwa akan mempergunakan waktu malamnya untuk
beribadah kepada Allah. Mereka sedikit tidur, di akhir malam setelah shalat
tahajud mereka melanjutkan dengan zikir dan memohon ampunan kepada Allah.
5. Memilih Teman yang Baik
Tips membersihkan hati lainnya adalah dengan memilih teman yang baik.
Berkumpul dengan teman-teman yang salih akan semakin memotivasi kita untuk
melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika kita berteman dengan orang-orang yang suka
maksiat, lama kelamaan akan ikut terjerumus dalam kemaksiatan.
Rasulullah bersabda: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk
ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak
wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi
darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.
Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan
kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari)
Sumber: Majalah Al Falah Edisi Oktober 2020
Featured Image by Pexels
Sedekah Mudah dari Rumah:
Artikel Terkait:
Dampak Maksiat dalam Kehidupan | YDSF
Karakteristik Para Hamba yang Dicintai Allah | YDSF
6 AMALAN RINGAN DAN MUDAH MENUJU SURGA | YDSF
CARA MENCARI BERKAH (TABARRUK) ALLAH SESUAI SYARIAT ISLAM | YDSF
UJIAN ALLAH UNTUK MENGUATKAN KITA | YDSF