UPDATE NEWS

...

Monday, 1 July 2019 10:00

5 Hajat Asasi Manusia Menurut Islam | YDSF

Ada lima hajat dasar manusia (Dharuriyyatul-khams) yang menjadi perhatian Dinul Islam. Kelimanya, termaktub dalam Alquran dan hadits Rasulullah. Yakni, agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Sebagai pengusung Dinul Haq, kaum muslimin harus mengawal lima hajat ini agar tetap sesuai dengan fitrah.

Hal ini diulas oleh Dr. Said Hawwa dalam pengantar bukunya yang berjudul Al Islam. Mari kita baca ringkasannya:

Hajat terhadap Agama sebagai Pedoman Hidup

Islam menawarkan manusia apakah mau beriman atau tidak.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS. Al Baqarah 256).

Maksudnya --menurut tarfsir Ibnu Katsir-- jangan kalian paksa siapapun untuk masuk agama Islam, karena kebenaran Islam sudah sangat jelas, nampak, kelihatan, dan sangat terang bukti-buktinya, sehingga tidak butuh memaksa siapapun untuk memasukinya.

Mari kita lihat di sisi lain. Pada abad pertengahan (abad 5-15 M), gereja di Eropa pernah membentuk sebuah lembaga yang memiliki otoritas untuk menyiksa dan menghukum mati orang-orang yang dianggap menyimpang (heretics). Kekejamannya serta korban yang berjatuhan, benar-benar membuat kita bergidik. Institusi ini dikenal dengan nama inkuisisi (inquisition).

Setidaknya ada tiga bentuk siksaan utama pada inkuisisi yaitu garrucha, toca, dan potro. Garrucha berarti kerekan yang diikatkan ke pinggang tertuduh yang mengangkatnya ke langit-langit ruangan. Kaki tertuduh diikat dengan pemberat besi. Korban diangkat ke atas dan dijatuhkan ke bawah secara mengejutkan dan berulang-ulang. Hal ini bisa menyebabkan otot tangan dan kaki putus (hidayatullah.com, 15 Oktober 2009).

Hajat Melindungi Jiwa Manusia

Islam sangat menjaga jiwa manusia.

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُو

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi." (QS. Al Maaidah 32).

Sebaliknya, kurun 1917-1991 Partai Komunis telah membantai 120 juta manusia di 76 negara. Sehingga rata-rata setiap tahunnya mereka membunuh 1,6 juta orang atau 4.500 dalam sehari, berdasar penelitian Courtois (2000) dan Chang & Halliday (2006).

Hal ini ditulis budayawan Taufiq Ismail di Republika online menjelang peringatan G 30 S/PKI pada 2015 lalu. Jumlah ini lebih banyak daripada korban Perang Dunia II ataupun wabah penyakit.

Hajat Menjaga Akal Manusia

Anugerah Allah ini tidak ada pada makhuk lainnya. Maka Islam menjaga agar akal manusia tetap bisa berpikir sehat. Islam melarang minuman yang merusak akal dan narkoba.

Karena semua jenis khamr menghalangi kinerja akal dan pancaindra. Menurut data BNN, 11.071 orang mati tiap tahun di Indonesia narkoba (Tribunnews.com19 Maret 2018).

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamrdan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)” (QS. Al Maidah 91).

Menjaga Keberlangsungan Keturunan Manusia

Di zaman modern ini, aspek seksual mencapai titik terendahnya. Kita ambil ilustrasi. Kurang lebih 3.000 orang AS tewas akibat runtuhnya menara WTC pada 11 September 2001. Padahal, setiap hari lebih dari 3.000 bayi AS dibunuh lewat aborsi jika kita memasukkan semua jenis bentuk/metode aborsi.

Sebagaimana ditulis kiblat.net (11 Maret 2016) yang mengutip situs The Truth Wins. Saat ini banyak negara telah menetapkan jenis kelamin ketiga, seperti Australia, AS, Mexico, Belanda, dan lain-lain. Sudah 25 negara melegalkan pernikahan sejenis. Ini adalah dampak kampanye LGBT yang sangat masif.

Menurut Zakir Naik yang juga seorang dokter dengan mengutip penelitian, LGBT bukanlah karena genetik atau bawaan. Namun ini adalah dampak seks bebas. Di AS, rata-rata satu orang telah berhubungan seks pranikah dengan 8 orang. Lalu mereka bosan dan menyimpang.

Menurut data, penduduk Indonesia bertambah sekitar 4 juta jiwa setiap tahunnya (2017). Ini adalah berkah. Namun di Jepang, ada sekitar satu juta bayi lahir sementara angka kematian berjumlah 1.269.000 jiwa pada 2014. Alias, ada selisih sekitar 269.000 jiwa.

Lama kelamaan penduduk Jepang akan terus berkurang. Mereka enggan menikah dan ogah punya anak. Lebih memilih seks bebas. Sedangkan Islam menjadikan pernikahan sebagai ibadah. Rasulullah Saw bersabda,

إذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الباقي

“Siapa yang menikah, berarti telah melindungi setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengahnya lagi.”

Hajat Terhadap Harta

Bagian terakhir dari dharuriyatul-khams yang dijaga syariat adalah sesuatu yang menjadi penopang hidup, kesejahteraan dan kebahagiaan, yaitu menjaga harta. Islam menjaga agar tidak terjadi perampasan hak dalam mengumpulkan harta serta mengatur pembelajaan harta itu secara adil dan beradab.

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah 188).

Banyak terjadi peperangan dalam sejarah manusia karena motif ekonomi. Semua ini karena terjadi kezaliman dan penjajahan dalam hal harta dan hak milik.

 

Naskah: Oki A
Sumber: majalah Al-Falah

 

Baca Juga:

 

Bahagia dengan Gemar Berbagi | YDSF

Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur | YDSF

Menyambung Silahturahmi yang Terputus | YDSF

Hakikat dan Keutamaan Silaturahim

Membangun Kebersamaan dengan Silaturrahim | YDSF

Amalan Ringan Berpahala Besar | YDSF

Share: