<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tanpa agama,
hidup manusia hanyalah permainan dan <a href="https://ydsf.org/berita/adab-bercanda-dalam-islam-ydsf-MxJB.html">senda
gurau</a>. Tak ada arah. Jika tanpa
petunjuk Ilahi, manusia menciptakan aturan-aturan yang justru menjerumuskan
dirinya sendiri. Tiap zaman manusia membuat teori-teori yang saling
bertentangan dengan fitrahnya sendiri. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Padahal untuk
tiap umat, telah diutus nabi dan rasul, sering disertai dengan Kitabullah.
Tanpa teladan dari nabi dan rasul serta tanpa kitabullah, manusia hidup tanpa
tujuan yang jelas. Kesehariannya mirip dengan binatang. Mana halal, mana haram,
serba tak jelas. <o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Apa saja yang menyebabkan
manusia hidup tanpa arah? <o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mengapa banyak
manusia berjalan di muka bumi ini justru tidak tahu tujuan hidupnya? <o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">1. Tidak berpegang teguh pada
agama<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kita sering
meremehkan konsep-konsep utama dalam agama. Konsep akhlak, konsep ibadah
fardhu, dan konsep muamalah atau hubungan sesama manusia seperti jual beli,
utang piutang, sewa, gadai, dll. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Padahal Islam
telah memberi panduan. Semuanya lengkap. Tak hanya dalam Al-Qur’an, namun juga
di dalam hadits nabi dan penjelasan dari para ahli agama. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Hanya saja seringkali
kita seperti canggung mengamalkannya. Bisa jadi karena silau dengan konsep
Barat yang memang saat ini sedang marak.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lemahnya komitmen
pada konsep agama ini membuat umat Islam seakan tanpa arah. Lalu membuat kita
ragu untuk mengamalkan. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lantas muncullah
rasa minder untuk mengaplikasikan Islam di tengah kehidupan. Mau berlaku jujur
jadi canggung, mau berbuat taat jadi sungkan, mau bertindak benar khawatir
dicemooh, dan seterusnya. <o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">2. Tidak menghargai otoritas
keilmuan<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kita sering
bersikap ambigu alias mendua. Jika kita sakit, tanpa pikir panjang kita
langsung mendatangi dokter dan meminta saran darinya. Meminta diagnosis tentang
penyakit kita. Kita sangat menghargai keilmuannya. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak mungkin kita
mendeteksi sendiri penyakit kita. Kita patuhi anjuran: hubungi dokter jika
sakit berlanjut. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Namun di sisi
lain, kita kerap melalaikan anjuran ulama dalam keseharian kita. Seolah-olah
kita mampu mendiagnosis permasalahan kita sendiri dalam hal agama dan cara
hidup. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Padahal Dinul
Islam itu bukan sekadar agama ritual saja, namun Al Islam itu petunjuk hidup.
Tidak hanya di dunia ini, juga petunjuk keselamatan kelak di akhirat. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dinul Islam telah
memberi panduan sejak manusia lahir, tumbuh kembang (akil baligh), dewasa,
hingga <a href="https://ydsf.org/berita/pendampingan-pranikah-dalam-islam-ydsf-CysH.html">menikah</a>.
Juga dalam bermuamalah, ritual ibadah, kematian hingga kehidupan setelah mati.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jika dokter bisa
memberi resep obat bagi penyakit raga, maka ulama bisa memberi resep penawar
bagi sakitnya jiwa dan krisis kehidupan, melalui ilmu agama dan nasihat. <o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/5-hajat-asasi-manusia-menurut-islam-ydsf-1Cep.html">5 Hajat Asasi Manusia Menurut Islam | YDSF</a></span></b></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">"Manusia
lebih membutuhkan ilmu pengetahuan daripada makanan dan minuman, karena makanan
dan minuman hanya dibutuhkan dua kali atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu
pengetahuan dibutuhkan setiap waktu." Demikian penjelasan Imam Ahmad bin
Hanbal atau yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Hambali (dalam
islamdigest.republika.co.id, 22-9-2022). <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Karena, atas
dasar keilmuan mereka itulah kehidupan ini ada arahnya. Dan para alim/ulama itu
adalah pewaris para nabi. Sebab rasul tidak mewarisi harta namun mewarisi ilmu.
<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dan ciri utama
ulama itu adalah punya kepahaman dan merasa takut kepada Allah. “Sesungguhnya
yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir
28). <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sedangkan para
ulama adalah sosok yang sangat kuat komitmennya dalam mengikuti jalan hidup
Nabi Muhammad saw. Para ulama memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan
terdepan dalam mengamalkannya. Betapa besar rasa takut mereka kepada Allah
Ta’ala.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rasulullah saw.
Menegaskan: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling
takut kepada-Nya.” (HR. Bukhari-Muslim).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Karena itulah,
kita patut meneladani orang-orang berilmu yang punya rasa takut terhadap kuasa
Allah. Meneladani demi menjaga arah hidup ini. <o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IN">3. Tidak berakrab dengan orang
shalih<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bergaul boleh
dengan siapa saja. Berdagang, berbisnis, bekerja dan bertetangga bisa dengan
siapa saja. Namun, agar ada arahnya, orang mukmin patut memilih dan memilah
mana yang kita akrabi. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mana yang bisa
jadi teman curhat. Mana yang bisa jadi sahabat dalam tolong-menolong dalam
kebaikan dan ketaqwaan. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Persahabatan
antarmukmin itulah yang akan menyelamatkan hidup dunia akhirat. “Teman-teman
akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali
orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67). <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Imam Hasan Al
Bashri pernah mengungkapkan hal ini. “Menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan
para ikhwah (orang-orang shalih), serta menjauhi kunjungan-kunjungan serta
aktivitas dakwah dapat mengeraskan hati.”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Imam Hasan Al
Bashri menambahkan, “Sahabat-sahabat kami (yang shalih) lebih mahal daripada
keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan kami dunia, sedangkan sahabat-sahabat
kami mengingatkan kepada akhirat.” <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Sumber
Majalah Al Falah Edisi Juni 2023 Rubrik Bijja<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h2><pre><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-infaq-sedekah-dan-wakaf-ydsf-J8YjduG.html"><span lang="IN">PERBEDAAN ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH, DAN WAKAF | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/doa-agar-diberikan-hikmah-masuk-golongan-shalih-ydsf-kHm98Dg.html">Doa Agar Diberikan Hikmah & Masuk Golongan Shalih | YDSF</a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/pipanisasi-air-dan-paket-sembako-ydsf-untuk-penyintas-gempa-cianjur-qR27.html"><span lang="IN">PIPANISASI AIR DAN PAKET SEMBAKO YDSF</span></a> <a href="https://www.ydsf.org/berita/pipanisasi-air-dan-paket-sembako-ydsf-untuk-penyintas-gempa-cianjur-qR27.html" style="background-color: rgb(255, 255, 255);"><span lang="IN">UNTUK PENYINTAS GEMPA CIANJUR</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/sedekah-atas-nama-orang-tua-yang-telah-meninggal-ydsf-qTFy.html"><span lang="IN">Sedekah Atas Nama Orang Tua yang Telah Meninggal | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/niat-puasa-ayyamul-bidh-ydsf-Zklo.html"><span lang="IN">Niat Puasa Ayyamul Bidh | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-dari-hasil-gaji-ydsf-z6HW.html"><span lang="IN">ZAKAT DARI HASIL GAJI | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/dakwah-ydsf-di-bali-p31F.html"><span lang="IN">DAKWAH YDSF DI BALI</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/saat-amal-baik-batal-dilakukan-ydsf-Fz2L.html"><span lang="IN">Saat Amal Baik Batal Dilakukan | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><span class="MsoHyperlink"><span lang="IN"> </span></span></p><p>
</p><h2><span lang="IN">Riyadhus Shalihin Bab Taubat
(BAGIAN 3) | Ustadz Isa Saleh Kuddeh</span></h2><p><iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/i4borBzttpI" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p>
Program
3 Penyebab Hidup Seperti Tanpa Arah | YDSF
2 Juni 2023•47 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat