UPDATE NEWS

...

Monday, 25 September 2017 10:36

Kapal Kemanusiaan Kirim 2 Ribu Ton Beras Untuk Rohingya

Derita warga Rohingya mengundang simpati yang deras dari masyarakat Indonesia. Dalam jangka waktu 2-3 pekan saja, dana solidaritas mencapai puluhan miliar rupiah. Tak hanya itu, gerak kebersamaan ini menghimpun banyak bantuan untuk Rohingya. Salah satunya adalah pemberangkatan 2.000 ton beras di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Bantuan ini atas prakarsa Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebuah LSM yang bergerak pada aksi kemanusiaan.

Tepat pada Tahun Baru 1 Muharram 1439 H atau hari Kamis 21 September 2017, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa melepas secara resmi kapal kemanusiaan yang mengangkut 80 ribu karung beras yang mencapai total 2 ribu ton. Kapal ini akan berlayar menuju Chittagong, Bangladesh selama kurang lebih 7-8 hari dan transit di Singapura selama dua hari.

Menurut Ahyudin, Presiden ACT semua ini atas izin Allah. “Hanya Allah saja yang menggerakan kita semua. Dalam lima hari saja, kami sudah menerima amanah Rp 50 miliar dari masyarakat Indonesia. Ada ratusan ormas dan komunitas yang menitipkan amanah ini kepada kami. Ada Pemkot Padang, Pemkot Bandung, dan masih banyak lainnya,” ucap sambil menahan tangis haru.

“Kita ini bangsa besar. Kalau yang terbesar se-Asia tenggara tidak hadir dalam misi ini, nanti penghuni bumi dan langit akan mencemooh kita. Maka misi ini sejatinya membangun kehidupan. Memang sulit masuk ke Myanmar, begitu juga masuk Bangladesh. Tapi tidak ada yang sulit bagi Allah. Jangan suudzan kepada Allah. Jika bukan kita yang menuntaskan misi ini, mudah bagi Allah untuk mengganti kita dengan generasi lain,” ujar Ahyudin dalam sambutannya.

Pihak ACT mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kemensos, dan pihak yang mendukung secara langsung maupun tak langsung. “Terima kasih Bu Mensos. Saya juga sangat berterima kasih kepada PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang bersedia menyediakan tempat untuk misi ini secara gratis. Saya juga sangat berterima kasih kepada PT. Samudera Indonesia yang memberi layanan pengiriman misi ini,” imbuhnya. Dalam misi ini, YDSF juga menitipkan 10 ton beras bersama ratusan ormas dan lembaga mitra lainnya.

Dalam acara pemberangkatan ini, Menteri Sosial mengatakan bahwa kita harus bergerak untuk mendesak PBB dan masyarakat Internasional agar ini jadi gerakan bersama. “Waktu saya haji tahun ini, saya memohon kepada Allah. Komunikasi dengan Allah itu pertama dan utama. Agar isolasi terhadap muslim Rohingya di Rakhine segera dibuka. Saya juga komunikasi dengan Syekh Alawi di Mekkah. Beliau siap menampung warga Rohingya yang masuk ke Saudi. Maka komunikasi dengan ACT ini semakin memperkuat saya agar misi ini terus berjalan. Saya amanahkan kepada PP Muslimat NU agar mengkoordinasi dengan lembaga sosial seperti ACT ini. Terima kasih ACT atas prakarsanya,” kata Khofifah.    

 

 

Share: